Deputi Bidang Kreatif Media Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Cecep Rukandi mengatakan, total kontribusi 21 subsektor ekonomi kreatif saat ini mencapai sekitar Rp1.757,8 triliun.
"Industri penerbitan dan percetakan Indonesia saat ini memang tengah memasuki fase transformasi. Namun kondisinya tidak
sun shade (tenggelam), tapi terus bertumbuh dan berkembang," kata Cecep dalam konferensi pers ALLPrint Indonesia 2026, dikutip Rabu, 23 September 2026.
Transformasi tersebut terlihat dari berkembangnya teknologi
digital printing, kebutuhan
packaging dan label, hingga
textile printing yang semakin mengikuti perubahan pasar.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim mengatakan, sektor
packaging dan label tumbuh dan berkembang sekitar 20 persen, sedangkan
textile printing sekitar 15 persen, didorong perkembangan
e-commerce dan aktivitas UMKM.
Perkembangan dan petumbuhan itulah, ungkap Daud, yang menjadi salah satu fokus ALLPrint Indonesia 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-27. Pameran yang akan berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bakal menghadirkan sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara.
ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Selain memamerkan teknologi dan mesin terbaru, rangkaian acara tersebut dilengkapi forum industri, termasuk seminar digital
textile printing, teknologi manufaktur karton, Eduprint Talkshow mengenai sertifikasi halal dan kemasan, serta Munas XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).
"Semua kegiatan tersebut merupakan sebagai bagian dari upaya kita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri percetakan di Tanah Air," pungkas Daud.
BERITA TERKAIT: