IHSG turun 0,01 persen atau 0,884 poin ke level 6.517,237.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak fluktuatif. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.525 dan turun hingga level terendah 6.476, setelah dibuka di kisaran 6.518.
Meski IHSG berakhir di zona merah, pergerakan mayoritas saham justru menunjukkan penguatan. Sebanyak 392 saham naik, sementara 229 saham melemah dan sisanya stagnan.
Dari sisi transaksi, saham KOTA, DSSA, dan BMRI menjadi tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar pada sesi I.
Sejumlah sektor berhasil menguat dan menjadi penopang perdagangan. Sektor industri (IDXINDUST) mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 1,80 persen.
Berikutnya, sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) naik 1,22 persen, disusul sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang menguat 1,05 persen.
Sektor energi (IDXENERGY) juga berada di zona hijau dengan kenaikan 0,89 persen. Sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) naik 0,91 persen, sementara sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 0,74 persen.
Sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) turut naik 0,29 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor barang baku (IDXBASIC) dan sektor kesehatan (IDXHEALTH) sama-sama terkoreksi 1,33 persen.
Sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,19 persen, sedangkan sektor konsumer primer (IDXNONCYC) turun 0,12 persen.
Sejalan dengan penguatan sejumlah sektor, beberapa indeks saham utama juga bergerak positif.
Indeks LQ45 naik 0,24 persen ke level 643,332. Indeks IDX30 menguat 0,31 persen ke level 360,020.
Sementara itu, indeks MNC36 naik tipis 0,05 persen ke level 279,827. Berbeda dengan indeks-indeks tersebut, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,27 persen ke level 392,135.
Dengan demikian, meski IHSG ditutup melemah tipis pada sesi I, kondisi pasar secara keseluruhan belum menunjukkan tekanan yang merata. Hal ini terlihat dari jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah serta mayoritas sektor berada di zona hijau.
BERITA TERKAIT: