Wall Street Menguat Berkat Lonjakan Saham Nvidia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 28 Agustus 2026, 07:41 WIB
Wall Street Menguat Berkat Lonjakan Saham Nvidia
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, waktu Amerika Serikat (AS). 
HUT RMOL news

Pasar kembali bergairah setelah ekspektasi kuat terhadap kinerja Nvidia berhasil menghidupkan kembali optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan pasar dengan melonjak 411,16 poin atau 1,57 persen ke level 26.541,35. Pergerakan positif juga dicetak oleh indeks S&P 500 yang naik 55,29 poin atau 0,72 persen menjadi 7.730,99, serta Dow Jones Industrial Average yang bertambah 105,56 poin atau 0,20 persen ke posisi 53.569,44.

Lonjakan pasar ini terutama ditopang oleh saham Nvidia yang melesat 8,7 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah raksasa semikonduktor ini merilis proyeksi pendapatan yang kuat, sekaligus memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan terhadap teknologi AI masih memiliki ruang tumbuh yang luas.

Dampak positif dari laporan Nvidia turut merembet ke saham-saham chip lainnya. Indeks semikonduktor secara keseluruhan naik 2,3 persen, sementara sektor teknologi informasi S&P 500 melompat 3,4 persen dan keluar sebagai sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor utama.

Sejumlah saham teknologi lain turut mencatat lonjakan tajam. Salesforce melesat 22,6 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya, sementara CrowdStrike naik 20,5 persen usai membukukan laba kuartal II di atas ekspektasi pasar. 

Kinerja gemilang kedua perusahaan ini sekaligus meredakan kekhawatiran bahwa perkembangan AI akan mengganggu bisnis perangkat lunak tradisional, yang turut mengangkat saham ServiceNow dan Palo Alto Networks.

Kendati demikian, sejumlah saham bergerak di zona merah. Moderna melemah 4,6 persen akibat rencana penerbitan obligasi konversi senilai 2 miliar Dolar AS, dan saham HP turun hampir 3 persen menyusul penurunan pengiriman serta margin bisnis PC pada kuartal ketiga.

Selepas euforia laporan Nvidia mereda, fokus investor kini beralih pada langkah bank sentral. 

Pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah suku bunga dan pandangan inflasi. 

Sikap hati-hati investor turut dipicu oleh data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Di sisi lain, ekonomi AS masih ditopang oleh pasar tenaga kerja yang tangguh, terlihat dari klaim tunjangan pengangguran awal yang turun untuk pekan kedua beruntun ke level terendahnya dalam sebulan. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA