Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.521, melonjak 116 poin atau 1,81 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Volume transaksi tercatat mencapai 35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali, sementara kapitalisasi pasar menjadi Rp11.471 triliun.
Sebanyak 553 saham menguat, 96 saham melemah, dan 138 saham lainnya stagnan.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah ditutup melemah. Mengutip data
Bloomberg, Rupiah bergerak ke level Rp17.744 per Dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks Dolar AS menguat karena adanya sentimen positif dari perkembangan diplomasi di Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS).
“Ada harapan bahwa pembicaraan antara Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz yang vital dan mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah,” kata Ibrahim dalam risetnya.
Saat ini Iran dan Oman sedang memfinalisasi perincian kesepakatan untuk mengendalikan Selat Hormuz. Hal tersebut menyusul pernyataan Garda Revolusi Iran bahwa kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar dunia.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani dijadwalkan bertolak ke Iran pada hari ini untuk memulai kembali pembicaraan diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.
AS juga telah menghentikan serangan terhadap Iran selama sekitar satu bulan, namun tetap berupaya memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar terhadap Iran.
“Langkah ini telah meningkatkan harapan investor akan meredanya gangguan pasokan dari kawasan Teluk,” jelasnya.
Sementara dari dalam negeri, pasar disebut merespons aksi demonstrasi di depan Gedung DPR hari ini, dengan anggota DPR menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan aspirasi, termasuk tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
“Pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang berlangsung secara tertib dan damai tanpa kerusuhan, dengan sejumlah anggota DPR menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan aspirasi,” jelasnya.
Pada saat bersamaan, DPR RI tetap menjalankan agenda sidang paripurna yang salah satunya mencakup laporan Komisi III mengenai perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, DPR masih memiliki waktu sekitar empat hingga lima bulan untuk menuntaskan seluruh proses pembahasan RUU tersebut.
“Masih ada Agustus, September, Oktober, November, Desember. Artinya masih kurang lebih 4-5 bulan lagi. Jadi
insyaallah penutupan tahun 2026 itu kan 31 Desember RUU Perampasan Aset ini akan kami selesaikan pada tanggal 15 Desember tahun 2026,” kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
BERITA TERKAIT: