Harga Minyak Turun Jelang Sanksi Baru AS untuk Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 24 Agustus 2026, 09:57 WIB
Harga Minyak Turun Jelang Sanksi Baru AS untuk Iran
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
Kecil Besar
rmol news logo Harga minyak dunia melemah pada awal perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, setelah investor memilih mengamankan keuntungan sebelum Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.
HUT RMOL news

Hingga berita ini ditulis, harga minyak mentah Brent terpantau turun 1,22 Dolar AS atau 1,29 persen menjadi 93,17 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,20 Dolar AS atau 1,38 persen menjadi 85,86 Dolar AS per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah harga Brent dan WTI sama-sama menguat lebih dari 5 persen sepanjang pekan lalu. Kenaikan itu menjadi yang kedua secara berturut-turut, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah.

Perundingan perdamaian antara AS dan Iran yang belum menemukan titik temu turut menekan pasar. Situasi tersebut meningkatkan risiko gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur penting yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Ia sebelumnya mengatakan Washington akan memberlakukan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih menjadi mitra dagang Iran.

Iran telah mengecam rencana sanksi tambahan dari Washington. Presiden Iran Masoud Pezeshkian justru menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Di pasar fisik, penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli di China dilaporkan menurun. Harga minyak Iran juga meningkat setelah blokade AS menghambat pengiriman dari Teheran.

Namun, Iran memberikan izin kepada sejumlah kapal tanker yang membawa minyak Irak untuk melewati Selat Hormuz. Izin tersebut diberikan setelah pemerintah Irak berulang kali mengajukan permintaan, menurut kantor berita Iran, IRNA.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA