Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kodim 0606 Kota Bogor tersebut dihadiri ratusan kader dan pengurus GPI dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Dewan Penasihat PP GPI sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agust Jovan Latuconsina.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Ketua Dewan Syuro PP GPI
KH. Sayyid Hamidan, Komandan Kodim 0606 Kota Bogor Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, dan Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan.
Hadir pula Ketua Umum PP GPI Khoirul Amin, Sekretaris Jenderal PP GPI Fery Dermawan, serta para pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah GPI dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Agust Jovan sekaligus membuka secara resmi rangkaian Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi GPI.
"Momentum milad menjadi bagian penting bagi organisasi untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan GPI sekaligus melihat tantangan yang dihadapi pemuda Islam di tengah perkembangan sosial dan pembangunan nasional," kata Agust Jovan, dikutip Sabtu 3 Oktober 2026.
Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan organisasi yang mempertemukan kader dan pengurus GPI dari berbagai wilayah Indonesia.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan GPI menjadikan Kota Bogor sebagai tuan rumah pelaksanaan Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi.
Sebagai organisasi pemuda Islam yang telah memiliki perjalanan panjang, GPI diharapkan turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Menurut Dedie, organisasi kepemudaan memiliki ruang strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui kaderisasi, pendidikan, pengabdian dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, KH. Sayyid Hamidan mengatakan, peran pemuda Islam, khususnya kader GPI, diharapkan terus berkembang melalui penguatan keilmuan, kaderisasi, dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan Rizaludin menyampaikan pentingnya melihat zakat bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mendorong kader GPI untuk mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem zakat melalui dakwah, edukasi, literasi, penghimpunan, serta pemberdayaan masyarakat.
BERITA TERKAIT: