Nilai kontrak proyek strategis tersebut mencapai Rp1,19 triliun dengan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender, yang terhitung efektif sejak Jumat, 21 Agustus 2026.
"PTPP akan menangani cakupan pekerjaan yang komprehensif. Meliputi pekerjaan
preliminary, struktur, arsitektur, interior,
landscape, mekanikal, elektrikal, hingga elektronik," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menegaskan, PTPP mengedepankan teknologi dan digitalisasi konstruksi melalui pemodelan dan pengelolaan informasi berbasis 3D, 4D, dan 5D, serta pemanfaatan
virtual reality (VR),
augmented reality (AR), BIM 3D, dan
virtual tour.
Selain itu, PTPP juga akan menggunakan teknologi
ground penetrating radar (GPR) melalui DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System demi mendukung proses identifikasi utilitas bawah tanah secara akurat dan menunjang pelaksanaan pekerjaan yang lebih aman dan terukur.
Seluruh lingkup pekerjaan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas Terminal 1A sekaligus mendukung kenyamanan serta pengalaman para pengguna jasa penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
Langkah revitalisasi ini memegang peranan penting mengingat Bandara Soekarno-Hatta merupakan infrastruktur transportasi udara yang krusial bagi mobilitas masyarakat dan penggerak roda perekonomian nasional.
Melalui proyek ini, pengembangan fasilitas bandara diharapkan dapat lebih adaptif terhadap pesatnya perkembangan industri penerbangan serta kebutuhan para pengguna jasa di masa mendatang.
BERITA TERKAIT: