Harga Bitcoin Menguat Didorong Data Inflasi AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 01 Oktober 2026, 14:48 WIB
Harga Bitcoin Menguat Didorong Data Inflasi AS
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bitcoin kembali mencatatkan penguatan setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) memberikan angin segar bagi pasar aset berisiko.
 
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis 1 Oktober 2026, harga Bitcoin naik 1,44 persen dalam 24 jam terakhir ke level  84.348 Dolar AS. Kinerja ini melampaui pergerakan pasar kripto secara umum yang cenderung bergerak terbatas.

Kenaikan aset kripto utama ini terutama dipicu oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti pada Agustus tercatat sebesar 3,4 persen secara tahunan (year-on-year), di bawah ekspektasi pasar yang berada di level 3,7 persen. PCE sendiri merupakan indikator inflasi yang menjadi salah satu acuan utama Federal Reserve (The Fed).

Data tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kebijakan suku bunga AS yang lebih agresif. Inflasi yang lebih terkendali memberikan ruang bagi The Fed untuk tidak memperketat kebijakan moneter secara berlebihan. Sentimen ini turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) dan mendongkrak minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Selain faktor fundamental, penguatan Bitcoin juga didorong oleh dinamika di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi Bitcoin mencapai 91,61 juta Dolar AS, melonjak 135,44 persen dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan ini mengindikasikan adanya tekanan pada posisi leverage, khususnya posisi jual (short position), yang terpaksa ditutup (short squeeze) seiring pergerakan harga Bitcoin yang mendaki.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin kini menghadapi resistance terdekat di kisaran 85.600 Dolar AS, yang merupakan level tertinggi baru-baru ini. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpeluang melanjutkan reli menuju area  86.500 - 87.000 Dolar AS.

Sebaliknya, level 83.000 Dolar AS bertindak sebagai support penting dalam jangka pendek. Jika terjadi koreksi hingga menembus level tersebut, Bitcoin berpotensi menguji area support lanjutan di kisaran 81.300-81.500 Dolar AS.

Ke depan, perhatian investor akan beralih ke laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pada 2 Oktober 2026. Data tersebut diproyeksikan kembali memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed sekaligus menjadi penentu keberlanjutan tren penguatan Bitcoin. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA