Menutup perdagangan pada Jumat sore 17 Juli 2026, indeks besutan BEI dan Harian Kompas ini menguat signifikan sebesar 5,8 persen ke level 814, setelah sempat berfluktuasi di rentang 765 hingga level tertinggi 816.
Aktivitas pasar terpantau agresif dengan total nilai transaksi menembus Rp45,33 triliun, yang merefleksikan tingginya akumulasi beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah.
Apresiasi indeks kali ini didorong oleh pertumbuhan masif di sektor teknologi, energi, infrastruktur, dan properti.
Pada jajaran top gainers, PT Bank Jago Tbk (ARTO) memimpin penguatan sebesar 23,8 persen ke level Rp1.405, diikuti PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 20,9 persen ke Rp2.430.
Kinerja positif ini juga diikuti oleh akselerasi harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar 20,5 persen ke Rp1.995, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sebesar 20,2 persen ke Rp262, serta PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang menguat 18,6 persen ke Rp1.750.
Di sisi lain, sektor konsumer, media, dan kesehatan mengalami tekanan akibat aksi ambil untung (profit taking).
Koreksi ini menempatkan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di posisi teratas top losers dengan penurunan 6,9 persen ke Rp4.980, disusul PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang turun 6,2 persen ke Rp1.505.
Tren pelemahan juga membayangi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 4,6 persen ke Rp1.335, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) terpangkas 4,5 persen ke Rp4.490, serta PT Elnusa Tbk (ELSA) yang melemah 2,3 persen ke level Rp640.
BERITA TERKAIT: