Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh meningkatnya realisasi belanja negara, baik untuk belanja pegawai maupun belanja barang dan jasa.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud menjelaskan, kenaikan konsumsi pemerintah sejalan dengan peningkatan realisasi belanja pemerintah pada periode tersebut.
"Yang pertama, belanja pegawai tumbuh menguat sejalan dengan pembayaran gaji 13 untuk ASN, TNI, Polri serta akselerasi pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS," ujar Edy dalam konferensi pers rilis BPS, Rabu 5 Agustus 2026.
Selain belanja pegawai, peningkatan realisasi belanja barang dan jasa juga menjadi pendorong utama.
Menurut Edy, salah satu komponen yang berkontribusi terhadap kenaikan tersebut adalah penyaluran barang kepada masyarakat melalui Program MBG.
"Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, salah satunya berupa program makan bergizi gratis," kata Edy.
Sementara itu, dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya belanja barang dan jasa pemerintah tercatat terkontraksi -0,33 persen pada kuartal II-2025, kini naik menjadi 15,97 persen pada kuartal II-2026.
BERITA TERKAIT: