Hal inilah yang dibuktikan PT Pertamina (Persero) lewat program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026, yang sukses mencetak 10 UMKM Champion sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Melalui program ini, para pelaku usaha dikembangkan menjadi 'agregator', yaitu penggerak ekosistem yang mampu membuka akses pasar, membangun kolaborasi, serta memberdayakan UMKM lain agar tumbuh dan naik kelas bersama.
Investasi sosial yang digulirkan Pertamina ini terbukti sangat efektif. Program PAG mencatat rata-rata nilai
Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,21. Artinya, setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan Pertamina mampu menghasilkan Rp2,21 manfaat nyata di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Untuk menjaga keberlanjutan roda usaha para peserta, Pertamina juga menggelontorkan dana hibah sarana produksi dengan total nilai Rp495 juta. Bantuan ini dialokasikan sebesar Rp345 juta untuk 10 UMKM Champion dan Rp150 juta untuk 20 UMKM semifinalis.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron menjelaskan, langkah ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (
creating shared value) melalui program TJSL.
"Program ini wujud energi untuk masyarakat. Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha pribadi, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal," tegas Baron dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: