Melalui program
Eco Village di Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki, warga setempat mampu mengelola sekitar 7 ton sampah per hari di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R).
Hebatnya, seluruh operasional mesin pengolahan sampah dan kompos di fasilitas ini digerakkan penuh oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 10,5 kWp. Fasilitas ramah lingkungan ini mampu menghemat biaya listrik operasional desa hingga Rp21 juta per tahun.
Keberhasilan luar biasa ini dipantau dan didengar langsung oleh jajaran Dewan Komisaris Pertamina saat melakukan kunjungan lapangan ke Gianyar, Bali.
Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku takjub melihat dampak nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang langsung menghidupkan urat nadi ekonomi warga.
“Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang. Semoga program TJSL perusahaan bisa lebih memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Raden dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Saat ini, DEB Keliki telah bertransformasi menjadi ekosistem percontohan ekonomi sirkular. Pengolahan limbah dapur di desa ini sukses menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi, kompos, hingga cairan serbaguna
ecoenzyme.
Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi 1.200 Kepala Keluarga (KK) serta melibatkan belasan UMKM pemuda desa.
Berkat kemandirian energi dan kebersihan lingkungannya, wajah baru Desa Keliki kini menjadi magnet wisata baru di Bali. Tercatat, sudah ada lebih dari 6.000 turis mancanegara dan akademisi perguruan tinggi yang datang berkunjung untuk belajar sekaligus menikmati perputaran ekonomi kreatif di saung-saung kafe milik warga lokal.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: