Sawah-sawah di desa ini sekarang dialiri air menggunakan pompa tanah bertenaga surya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 17,5 kWp bantuan Pertamina.
Inovasi hijau ini sukses menjadi juru selamat bagi pengairan sawah di 7 Subak setempat, terutama saat musim kemarau melanda. Dampaknya pun tidak main-main terhadap kantong dan produktivitas petani.
Sebelum program pertanian organik bertenaga surya ini diterapkan, hasil panen padi warga hanya berkisar antara 5 hingga 5,5 ton per hektare.
"Namun, setelah proses pembinaan dan digitalisasi energi oleh Pertamina, produktivitas hasil panen melonjak drastis menjadi 8,7 ton per hektare," ungkap Local Hero sekaligus Ketua BUMDES Yowana Bakti Keliki, I Wayan Sumada, Senin, 1 Juni 2026.
Selain mendongkrak volume panen, penggunaan PLTS untuk pengairan sawah ini mampu memproduksi 84.000 kWh energi bersih per tahun.
Langkah ini berhasil memangkas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 23,1 ton CO2eq per tahun, sekaligus memberikan penghematan biaya listrik yang signifikan bagi kas desa sebesar Rp35 juta per tahun.
Melalui DEB Keliki, Pertamina membuktikan bahwa transisi energi bersih bukan sekadar tren lingkungan, melainkan instrumen nyata untuk memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi rakyat di tingkat pedesaan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: