Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Migas hingga 25 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 06 April 2026, 13:13 WIB
Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Migas hingga 25 Persen
Foto: Dok. Pertamina
rmol news logo PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat transformasi menjadi low-cost operator hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan menargetkan efisiensi operasi hingga 25 persen. Strategi ini ditempuh untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah volatilitas harga minyak, dinamika geopolitik global, serta mendukung target produksi migas nasional.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, mengatakan transformasi difokuskan pada pengembangan lapangan marginal melalui penerapan teknologi dan inovasi guna menciptakan operasi yang lebih efisien.

"Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini," ujar Litta.

Transformasi tersebut sejalan dengan tema perusahaan tahun 2026, "Rediscover Technology and Innovation Age", yang menekankan pemanfaatan teknologi serta penguatan budaya inovasi di seluruh organisasi.

Untuk mendukung strategi tersebut, Elnusa memperkuat layanan hulu migas yang terintegrasi, mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting. Perseroan juga mempererat sinergi dengan Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).

Di bidang teknologi, Elnusa mengembangkan vibroseis untuk mendukung Enhanced Oil Recovery (EOR) serta memanfaatkan teknologi Inline Inspection (ILI) guna memantau keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 kilometer. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini kondisi pipa sehingga pemeliharaan dapat dilakukan sebelum terjadi potensi kebocoran.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa terus melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor nonmigas dan ekspansi pasar internasional, termasuk pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke Aljazair.

"Keberhasilan ini merupakan hasil penerapan operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis. Kami akan terus meningkatkan kapabilitas teknologi untuk mendukung target produksi migas nasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis," tutup Litta. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA