WBSA berencana melepas sebanyak 1,8 miliar lembar saham atau setara dengan 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham, perusahaan mengincar dana segar mencapai Rp306 miliar.
Melalui aplikasi digital milik Indo Premier Sekuritas, yaitu aplikasi IPOT, investor dapat mengakses dan memesan saham e-IPO WBSA dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
"Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," ujar Chief Marketing Officer IPOT, Sergio Ticoalu dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2026.
IPOT dibekali fitur
real-time indicator yang menjadi pembeda utama. Fitur ini membantu investor memantau pergerakan pasar dan status penjatahan secara instan, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis.
"Kami mendorong investor untuk memanfaatkan momentum IPO ini dengan strategi yang matang. IPOT hadir sebagai partner investasi dari pemula hingga profesional," imbuhnya.
WBSA bukan pemain baru. Berdiri sejak 1992, perusahaan memiliki layanan
end-to-end mulai dari transportasi darat,
freight forwarding, hingga pergudangan.
Secara fundamental, WBSA mencatatkan kinerja solid dengan total aset Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.
Dana hasil IPO ini nantinya akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, salah satunya akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) demi memperkuat lini bisnis angkutan laut.
Berdasarkan aturan SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi kategori tertentu, termasuk WBSA. Hal ini memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat umum untuk memiliki saham tersebut.
BERITA TERKAIT: