Kemenko PM: Festival Jejak Jajanan Nusantara Jadi Ajang UMKM Naik Kelas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 04 Maret 2026, 14:20 WIB
Kemenko PM: Festival Jejak Jajanan Nusantara Jadi Ajang UMKM Naik Kelas
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi MasyaraFoto: Istimewa)kat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison (Foto: Istimewa)
rmol news logo Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin tangguh dan kompetitif. 

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara yang akan digelar pada 6-8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi kuliner, tetapi dirancang sebagai wadah pemberdayaan berbasis kolaborasi sekaligus peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa perluasan akses pasar menjadi prioritas dalam strategi penguatan UMKM.

“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu 4 Maret 2026. 

Dalam festival ini, 40 tenant UMKM yang terkurasi akan memamerkan kreativitas mereka dalam mengolah jajanan khas Nusantara. Menariknya, festival ini sengaja membuka pintu lebar-lebar bagi para pelaku usaha yang selama ini belum pernah mencicipi panggung bazaar besar. 

Leontinus menambahkan bahwa upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Kemenko PM juga menghadirkan Klinik UMKM dan Klinik HKI (Hak Kekayaan Intelektual) secara gratis di lokasi acara. Fasilitas ini menjadi semacam "pusat bantuan" bagi pelaku usaha untuk mengurus legalitas, konsultasi bisnis, hingga perlindungan merek dan hak cipta. 

Leontinus menekankan bahwa upaya pemberdayaan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas.

“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang solid, Jejak Jajanan Nusantara dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkokoh identitas dan kebanggaan terhadap produk bangsa,” tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Minggu 8 Maret 2026 akan digelar NgabubuRun sejauh 5 kilometer bersama Menko PM Muhaimin Iskandar. Kegiatan ini melibatkan komunitas lari dan masyarakat umum sebagai simbol kolaborasi pemerintah dan publik dalam membangun semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, serta dukungan terhadap UMKM lokal.

Partisipasi masyarakat dalam NgabubuRun diharapkan semakin menghidupkan suasana festival sekaligus mendorong peningkatan kunjungan ke tenant-tenant UMKM yang terlibat. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA