Investor Ritel Dominasi Transaksi Harian BEI 2026, Tembus Rp16 Triliun per Hari

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 13 Februari 2026, 09:23 WIB
Investor Ritel Dominasi Transaksi Harian BEI 2026, Tembus Rp16 Triliun per Hari
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026 berjalan (year to date). Investor ritel tercatat menjadi motor utama dengan kontribusi mencapai 52 persen dari total rata-rata transaksi harian yang kini menyentuh angka Rp32 triliun.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan rincian komposisi pelaku pasar dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta. 

“(Investor) asing berkontribusi kira-kira 30 persen (terhadap transaksi harian) dan selebihnya adalah institusi domestik kita,” kata Jeffrey Hendrik, dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Pertumbuhan pasar modal tahun ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 rata-rata transaksi harian berada di angka Rp18,1 triliun, maka hingga Februari 2026, nilainya melesat hingga Rp32 triliun per hari.

Peningkatan ini dibarengi dengan basis investor yang semakin luas. Per 11 Februari 2026, total investor ritel telah mencapai 21,3 juta orang, di mana 1,3 juta di antaranya merupakan pemodal baru yang bergabung sejak awal tahun ini.

Terkait kebijakan kenaikan batas minimal saham publik (free float) menjadi 15 persen, BEI tengah menyiapkan langkah mitigasi agar tidak terjadi guncangan akibat kelebihan pasokan (supply) saham. Dari 956 emiten, terdapat 268 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan tersebut.

Jeffrey menjelaskan bahwa fokus utama ada pada 49 emiten besar yang menguasai 90 persen kapitalisasi pasar dari kelompok yang belum memenuhi standar tersebut. BEI pun menyediakan fasilitas konsultasi khusus agar penambahan saham di pasar tidak merusak stabilitas harga.

“Bagaimana 49 perusahaan ini bisa kita atur dengan baik supaya pasar kita tetap imbang. Oleh karena itu, kami menyediakan hot desk untuk perusahaan-perusahaan tercatat bisa berdiskusi dengan kami bagaimana timing-nya disesuaikan dengan kondisi pasar supaya mereka bisa menambahkan float di pasar tetapi tidak akan mengganggu kestabilan pasar,” jelas Jeffrey.

Di sisi lain, BEI optimis sisi permintaan (demand) akan tetap kuat. Selain pertumbuhan aset investor ritel, adanya ruang investasi bagi institusi domestik hingga 20 persen menjadi angin segar bagi pasar. BEI juga tetap memprioritaskan daya tarik pasar bagi pemodal internasional.

“Hari ini kita sama-sama bekerja keras untuk memastikan tidak hanya investor asing tetap ada di sini, tetapi bagaimana supaya lebih banyak lagi investor asing datang. Itu juga adalah potensi demand kita,” tambah Jeffrey.

Pihak bursa berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini demi menciptakan proses pembentukan harga yang efisien, transparan, serta menjaga mekanisme perdagangan yang teratur dan wajar. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA