Sentimen eksternal datang dari sesi penutupan Wall Street akhir pekan lalu yang kompak melonjak tajam. Meski sentimen ini sempat terganggu oleh insiden adu mulut sengit antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodimir Zelensky di Gedung Putih, pelaku pasar terlihat kukuh menapak jalur optimis.
Perkembangan terkini juga sedang dinantikan investor di pasar global menyangkut kejelasan tarif masuk oleh Trump atas produk asal Kanada dan Meksiko serta China dan Uni Eropa. Kinerja positif terlihat seragam dan konsisten di seluruh bursa saham Asia dalam mengawali pekan ini.
Pantauan hingga sesi perdagangan berakhir menunjukkan, indeks Nikkei (Jepang) yang melompat curam 1,7 persen setelah menutup sesi di 37.785,47, sementara indeks ASX200 (Australia) menanjak tajam 0,9 persen dengan berakhir di 8.245,7. Sedangkan bursa saham Korea Selatan dinyatakan libur pada sesi hari ini.
Optimisme yang lumayan meyakinkan di Asia kemudian semakin kukuh di Jakarta menyusul rangkaian rilis data perekonomian domestik terkini. Laporan yang beredar menyebutkan, Indeks aktivitas manufaktur nasional untuk Februari lalu yang dilaporkan sebesar 53,6 atau tumbuh sangat pesat dibanding bulan sebelumnya yang berada di kisaran 51,9.
Rilis data kinerja aktivitas manufaktur, atau sering disebut Indeks PMI, yang mengesankan ini sekaligus memberikan cermin kokohnya kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berlangsung empat bulan. Rilis data indeks PMI ini juga sekaligus mampu memupus sentimen suram dari penutupan pabrik tekstil terbesar Asia tenggara, Sritex.
Sentimen positif domestik ini kemudian semakin menyala berkat rilis data inflasi bulanan yang disebutkan terjadi deflasi sebesar 0,48 persen untuk Februari lalu. Kinerja inflasi ini juga mencerminkan masih terkendalinya situasi perekonomian nasional di masa awal pemerintahan Presiden Prabowo.
Bersamaan dengan sentimen eksternal dari penantian kejelasan tarif masuk oleh pemerintahan Trump, dua sentimen positif domestik tersebut kemudian membuat pelaku pasar berbalik optimis dengan melakukan aksi akumulasi agresif untuk melonjakkan IHSG secara tajam.
Pantauan RMOL memperlihatkan, kinerja IHSG yang konsisten menapak zona penguatan tajam di sepanjang sesi sebagai cermin sikap pelaku pasar yang optimis dan penuh dengan keyakinan. IHSG tercatat mendaki semakin curam di ujung sesi perdagangan sore. IHSG akhirnya memungkasi sesi awal pekan ini dengan melompat fantastis 3,97 persen di 6.519,65. Tinjauan menunjukkan, IHSG yang bahkan sempat mencetak titik terkuatnya di kisaran 6.570 atau melambung ganas kisaran 4,79 persen.
Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja moncer IHSG yang ditopang kukuhnya saham-saham unggulan dalam menjejak zona hijau. Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan mencetak kenaikan bervariasi yang cukup curam, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, INDF, UNTR, JPFA, BBTN, INTP, LSIP, ICBP, UNVR, PGAS, SMGR dan ISAT.
Sementara tinjauan teknikal terkini menunjukkan, gerak balik tajam yang terjadi kali ini sebagai pola sangat lumrah mengingat IHSG telah terpukul terlalu dalam pada sepanjang sesi perdagangan pekan lalu. Pelaku pasar dinilai sekedar memaksimalkan momentum untuk merealisasikan potensi rebound teknikal pasca gerak runtuh yang mengejutkan dan konsisten di pekan sebelumnya.
BERITA TERKAIT: