Mata uang Garuda itu menguat 115 poin atau 0,70 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan Rupiah ke posisi Rp16.506 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
Menguatnya mata uang Rupiah ini terjadi setelah Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global tercatat naik ke 53,6 Februari 2024, dari 51,9 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam 11 bulan, yang menandakan pemulihan pada sektor produksi barang RI.
Di samping itu, pada perdagangan hari ini, mata uang Asia ditutup bervariasi. Baht Thailand turun 0,11 persen, Yuan China anjlok 0,18 persen, dan Peso Filipina naik 0,12 persen.
Selanjutnya Yen Jepang naik 0,15 persen, dan Ringgit Malaysia melemah 0,09 persen.
Di sisi lain mata uang negara maju mayoritas menguat. Poundsterling Inggris naik 0,14 persen, Euro Eropa tumbuh 0,30 persen, dan Franc Swiss naik 0,11 persen.
BERITA TERKAIT: