Mata uang Garuda itu anjlok 141 poin atau minus 0,86 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan Rupiah ke posisi Rp16.575 per Dolar AS pada perdagangan akhir bulan ini.
Tak hanya Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut merosot 214,85 poin atau jatuh 3,31 persen ke level 6.270 hari ini. Seluruh indeks sektoral terpantau melemah, dipimpin oleh sektor barang baku yang terjun bebas 5,82 persen.
Merespons Rupiah dan IHSG yang anjlok hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tidak melihat pergerakan kurs maupun indeks bursa secara harian, melainkan dalam jangka panjang.
“Nanti kita lihat ya monitornya bukan harian,” kata Airlangga saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat, 28 Februari 2025.
BERITA TERKAIT: