Jalan tol tersebut dikelola oleh perusahaan milik keluarga Cheng, CTF Services Ltd.
Seperti dikutip dari
Bloomberg, Rabu 1 Januari 2025, calon pembeli jalan tol itu adalah perusahaan milik pemerintah China, Yuexiu Group. Sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah memulai negosiasi pada tahap awal.
Dalam proses ini, CTF Services juga membuka kemungkinan penjualan jalan tol tersebut dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sebagai opsi untuk menarik pembeli lain.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi CTF untuk mengumpulkan dana tunai dan meningkatkan nilai bagi para investor, serta fokus pada pengembangan bisnis di sektor-sektor yang lebih berkembang dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Meskipun demikian, negosiasi ini masih dalam tahap awal dan penilaian aset serta struktur kesepakatan kemungkinan akan berubah. Hingga kini, baik CTF Services maupun Yuexiu Group belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, CTF Services diketahui telah mempercepat pelepasan aset-aset non-inti mereka, dengan tujuan untuk lebih fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti asuransi dan logistik.
BERITA TERKAIT: