Berbicara dalam forum yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada Senin (2/11), Dutabesar China untuk ASEAN, Deng Xijun mengatakan nilai perdagangan kedua belah pihak merupakan sepertujuh dari total perdagangan luar negeri China.
"Itu tumbuh sebesar 5,6 persen pada kuartal kedua dan 7,7 persen pada kuartal ketiga, jauh lebih cepat daripada antara China dan mitra dagang lainnya," ujar Deng, seperti dikutip dari
Xinhua.
Deng mengungkap, ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China untuk paruh pertama 2020 yang telah menyumbang 14,7 persen dari total volume perdagangan luar negeri nagara.
Khusus untuk Vietnam, Deng mengatakan, angka perdagangan kedua negara melonjak hingga 23,5 persen pada kuartal ketiga.
Tahun ini, China telah melakukan investasi langsung sebesar 10,7 miliar dolar AS di negara-negara ASEAN, naik 76,6 persen dari tahun sebelumnya.
"Angka-angka ini menunjukkan ketahanan yang kuat dan potensi penuh dari hubungan ekonomi China-ASEAN," ujarnya.
Selain itu, Deng juga mengatakan, China dan ASEAN saat ini telah mendorong dimulainya kembali pekerjaan dan produksi untuk meningkatkan pertumbuhan regional. Salah satunya dengan membentuk "jalur hijau" dengan Singapura, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan orang, dan melanjutkan penerbangan langsung dengan beberapa negara ASEAN.
BERITA TERKAIT: