Peningkatan penjualan online Bulog cukup signifikan. Biasanya, penjualan melalui online hanya mencapai angka Rp70-80 juta. Tetapi saat ini bisa mencapai Rp171 juta
"Untuk komersial kemarin kan melalui PangananDotCom punyanya Bulog, satu hari kita bisa menjual beras kita itu dengan nilai Rp171 juta per hari," ujar Budi Waseso (Buwas), saat ditemui media di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3).
Buwas menyebut, peningkatan penjualan ini cukup tinggi pada tiga hari berturut-turut kemarin.
"Tapi tiga hari ini berturut turut itu sudah mulai meningkat dari Rp129 juta, yang kemarin Rp171 juta," terangnya.
Buwas tidak mau menduga jika kenaikan jumlah pembelian beras dikarenakan penyebaran wabah Covid-19 yang telah masuk Indonesia. Ia lebih menilainya penyebab kenaikan angka penjualan karena saat ini Indonesia belum memasuki masa panen. Masyarakat beralih membeli di toko online punya Bulog.
"Ini kan masa panen belum ada, sehingga kebutuhan masyarakat sekarang di pasaran mulai menipis, beli lah di Bulog," ucap Buwas.
Mantan Kepala BNN itu mengatakan, berdasarkan perkiraan Kementerian Pertanian (Kementan) masa panen raya akan tiba pada akhir April 2020, dan diprediksi Bulog akan menerima 2,8 juta ton beras.
"Ini kalau kita bisa bicara data. Bulog akan menyerap paling tidak dengan kondisi gudang ini kurang lebih di atas 1,4 juta ton. Tapi tadi kita harus segera juga mengeluarkan beras-beras ini di beberapa tempat sudah mulai mau akan panen. Jadi, ini yang akan kita lakukan nanti, berarti kan kita tidak mungkin impor lagi untuk beras khusus ya," urainya.
Buwas juga menjamin bahwa semua stok beras yang keluar dari gudang Bulog kondisinya bagus. Karena itu, ia meminta masyarakat tak perlu panik karena mereka bisa memilih beras berkualitas.
"Masyarakat punya pilihan. Tidak perlu panik, karena kita sudah melalui proses rice to rice. Setiap beras yang akan keluar dari gudang ini lewat proses tersebut. Dengan demikian beras yang keluar dari gudang Bulog dalam kondisi bagus," ujarnya.
Bulog juga menggelontorkan banyak beras melalui pasar murah di berbagai toko retail. Namun, Buwas memastikan beras murah ini bukan berarti beras berkualitas rendah.
"Beras-beras yang kita taruh di Alfamart dan Indomaret itu merupakan beras murah, termasuk yang dijual secara online. Tapi itu untuk PSO atau stabilisasi harga dan ini bukan beras jelek. Beras itu kita jual dengan aturan," kata Buwas.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: