Indonesia, kata dia, harus mengubah kebijakan dan fokus pembangunan agar tetap bisa beradaptasi dan bersaing.
"Duapertiga pekerjaan akan hilang, tetapi jenis pekerjaan akan semakin banyak," ujarnya dalam diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik, di Jakarta, Rabu (4/4).
Ia kemudian mencontohkan penutupan tempat-tempat prostitusi yang marak dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, penutupan yang ditujukan untuk menghapus prostitusi itu akan percuma. Sebab, praktik transaksi prostitusi itu berpindah melalui gawai.
"Percuma menutup doli, alexis atau kramat tunggak (lokasi prostisusi). Mereka bisa beralih ke hp kita," tegasnya.
Dalam kondisi yang berubah itu, ia menilai bahwa regulasi lama banyak yang tidak bisa berlaku. Sementara di satu sisi, perusahaan-perusahaan lama harus beradaptasi dengan kondisi itu agar bisa selamat.
Sementara itu, Deputi III Kantor Staf Presiden Deni Puspa yang juga menjadi pembicara dalam acara itu menjelaskan bahwa strategi Kementerian Perindustrian dan pemerintah pada umumnya sudah tepat.
“Dalam situasi berubah, tidak bisa membuat strategi spesifik. Pemerintah kembali ke dasar dengan membenahi sumber daya manusia, infrastruktur, dan regulasi,†jelasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: