JELANG RAMADHAN 2017

Dewan Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bawang Putih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 26 Mei 2017, 17:11 WIB
Dewan Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bawang Putih
Ilustrasi/Net
rmol news logo Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Biasanya, menjelang bulan puasa, harga sembilan bahan pokok akan merangkak naik. Salah satu contoh konkret adalah merangkaknya harga bawang putih di sejumlah daerah belakangan ini.

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan bahwa menjelang Ramadhan, persoalannya selalu sama, yakni merangkaknya harga sembako, termasuk bawang putih. Padahal menurut dia salah satu tugas utama pemerintah yaitu memastikan ketersediaan sembako itu sendiri.

"Tugas pemerintah menyediakan pasokan yang cukup," tegas politisi PDI Perjuangan ini dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Jum'at (26/5).

Merangkaknya harga bawang putih, menurut dia, hanya karena pemerintah tak memiliki kepekaan. Sebab dari tahun ke tahun menurut dia permasalahan tersebut sesungguhnya selalu berulang.

"Dari dulu selalu masalah bawang putih ini. Pemerintah tidak belajar dari kesalahan masa lalu," sesalnya.

Bendahara Megawati Institute ini menilai sudah saatnya menteri perdagangan mempelajari pembangunan nasional semesta berencana untuk diterapkan didalam kebijakan perdagangan. Hal itu menurutnya agar pemerintah menyelenggarakan tata distribusi barang-barang keperluan sehari-hari agar dapat sampai ditangan rakyat dengan cepat, cukup, merata, murah dan baik.

"Pengawasan terhadap kebijakan import terutama akurat dalam memperhatikan kebutuhan dan pasokan pangan. Intinya kita minta pak menteri perdagangan mulai mempelajari Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) sebagai implementasi dari trisakti Bung Karno," tambahnya.

Pengawasan atas bawang putih dan sembako pada umumnya pun menurut dia akan lebih efektif oleh negara, terutama atas adanya dugaan kartel yang bermain di industri pangan.

"(Industri pangan) dikuasai oleh beberapa perusahaan besar. Distribusi dikuasai oleh segelintir pemain," ungkapnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA