Jangan Cuma Tuntut Upah Tinggi, Buruh Juga Harus Tingkatkan Kompetensi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 02 Mei 2017, 04:41 WIB
Jangan Cuma Tuntut Upah Tinggi, Buruh Juga Harus Tingkatkan Kompetensi
Foto: Tedy Kroen/RM
RMOL. Perjuangan para buruh di Indonesia harus mulai menyentuh persoalan kompetensi. Serikat pekerja harus mulai mendorong dan memikirkan bagaimana meningkatkan kompetensi anggotanya.

Begitu dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (1/5).

Misalnya dalam industri padat karya yang memiliki banyak tantangan. Pemerintah, kata Menaker, tidak berkeinginan pekerja terjebak dalam jabatan tertentu dalam posisi tertentu seumur hidup.
 
"Peningkatan kompetensi agar pekerja punya jenjang karir dari paling bawah, naik secara terus menerus itu penting. Jadi ketika terjadi kenaikan upah, maka upah itu menyesuaikan kenaikan kompetensi, masa kerja," jelas Hanif.

Dia menjelaskan, guna mempercepat peningkatan kompetensi pekerja dan buruh, Kemnaker melakukan terobosan melalui program 3R BLK atau Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding Balai Latihan Kerja.

3 Balai Latihan Kerja yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung Bekasi, dipilih sebagai pusat pengembangan program tahap pertama.

Menurut Hanif, BBPLK Bekasi akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kejuruan elektronika dan teknologi informasi. BBPLK Serang ditunjuk sebagai pusat pengembangan kejuruan las dan listrik. Sementara BBPLK Bandung sebagai pusat pengembangan kejuruan manufaktur dan otomotif.

"BLK akan menghasilkan tenaga kerja terampil yang berlipat ganda. Selain itu syarat pendidikan untuk mengikuti pelatihan BLK juga ditiadakan,” jelasnya.

Peniadaan syarat pendidikan ini diharapkan dapat membuat BLK menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat yang memerlukan, terutama masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah.

"Selain itu, pelatihan di BLK juga tidak memungut biaya kepada para pesertanya," tandasnya. [sam]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA