Pembangunan yang memakan biaya Rp 350 miliar itu direncanakan dapat difungsikan pada Lebaran 2017 mendatang.
"Programnya sekitar 10 sampai 15 Juni, seluruhnya sudah dapat dioperasikan dan dapat mengurangi macet saat mudik nanti," ujar Basuki saat meninjau jembatan Klonengan, Tegal, Jawa Tengah.
Adapun progres dari keempat jembatan yang dipantau langsung yaitu jembatan Dermoleng 500 meter (62%), Klonengan 1.050 meter (82%), Kesambi 500 meter (70%) dan Kretek 800 meter (40%).
Pembangunan jembatan dengan total panjang 2.850 km ini sekiranya dapat memangkas waktu perlintasan kereta api hampir 8 jam.
Basuki mengatakan, seluruh overpass tersebut dibangun dengan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) seperti yang diterapkan pada jembatan layang Antapani di Bandung, Jawa Barat.
Artinya dengan teknologi tersebut, masa konstruksi jembatan layang berhasil diefisiensikan menjadi hanya sekitar enam bulan serta mampu menghemat biaya pembangunan hingga 70 persen dibandingkan teknologi konstruksi jembatan layang konvensional.
"Teknologinya seperti Antapani. Biar cepat selesai. Nanti pada awal Juni kita cek lagi, semoga berkat doa bapak ibu semua ini akan selesai tepat waktu," pungkasnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi oleh Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga dan Direktur Preservasi Jalan, Ditjen Bina Marga Hedy Rahadian.
[zul]
BERITA TERKAIT: