Ketua Pelaksana TOP CSR Awards, M. Luthfi Handayani MM, MBA menjelaskan, kedua penghargaan tersebut diberikan karena JAPFA mampu mengintegrasikan kegiatan CSR dengan strategi bisnis perusahaan.
"Yang menjadi pembeda TOP CSR dg penghargaan sejenis adalah jika pada umumnya fokus penilaian pada pemenuhan ISO 26000, pada TOP CSR terdapat aspek GCG serta keselarasan CSR dengan strategi bisnis perusahaan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/4).
Menurut dia, integrasi antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis perusahaan menjadi aspek mendasar dalam melaksanakan sustainable bussines practices.
Dengan adanya integrasi, maka perusahaan akan terdorong untuk tidak hanya berorientasi mencari profit semata, melainkan mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan dampak positif kepada masyarat di sekitar lokasi perusahaan.
"Membangun bisnis yang berkesinambungan merupakan komitmen mendasar JAPFA,†jelas perwakilan CEO JAPFA, Rachmat Indrajaya, saat penerimaan penghargaan.
Dia menjelaskan, komitmen tadi mendorong JAPFA menyeimbangkan pencapaian profit dengan upaya mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,†terang Rachmat.
Apreasiasi terhadap pendekatan yang integratif juga muncul dari Ahmad Daniri Ketua Dewan Juri TOP CSR 2017. Menurutnya, pendekatan CSR yang terintegratif akan membuat program CSR tidak hanya menjadi beban biaya perusahaan tetapi menjadi investasi perusahaan.
Sementara itu, Head of Social Investment Departement yang juga merangkap sebagai Head of Corporate Communication JAPFA, R. Artsanti Alif menjelaskan bahwa pihaknya meyakini bahwa CSR merupakan bagian dari kegiatan bisnis yang terintegrasi.
"Karenanya seluruh kegiatan CSR mendapatkan perhatian tersendiri dan dilaksanakan dibawah Departemen Social Investment,†jelasnya.
Menurut dia, adanya departemen tersebut dapat mengkosolidasikan seluruh kegiatan CSR sejalan dengan strategi bisnis dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga bisa menguatkan triple bottom line (people, planet, and profit) perusahaan.
"Salah satu bentuk investasi sosial JAPFA diwujudkan melalui program JAPFA4Kids. Melalui program ini JAPFA berupaya membangun terbentuknya sistem sekolah sehat dan budaya hidup bersih dan sehat bagi anak-anak Indonesia,†jelas Artsanti.
Program yang telah dijalankan sejak 2008 tersebut hingga saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 111.942 anak dan 7.166 guru dari 632 Sekolah di 21 Propinsi di seluruh Indonesia hingga 2016.
Capaian program tersebut terutama sekolah-sekolah negeri di daerah pedesaan yang seringkali kurang mendapatkan perhatian. Sehingga intervensi yang dilaksanakan secara berkesinambungan dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
"JAPFA memilih pendekatan sustainability dalam pelaksanaan investasi sosial, sustainability tersebut berarti mendorong pendekatan membangun sistem sehingga pasca pelaksanaan program inisiatif terus berlangsung,†jelas Artsanti. "Selain itu sustainability juga dapat diartikan program ini dilaksanakan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun,†imbuhnya.
[sam]