Cegah Salah Kebijakan, Data Dwelling Time Versi Pelindo II Jangan Digunakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 30 Maret 2017, 15:52 WIB
Cegah Salah Kebijakan, Data Dwelling Time Versi Pelindo II Jangan Digunakan
pelindo II/net
rmol news logo . Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita menghimbau agar tidak menggunakan data waktu tunggu petikemas (dwelling time) impor dari Pelindo II.

Hal ini menanggapi kesalahan pernyataan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya yang menyatakan dwelling time impor sudah 2,7 hari namun kenyataannya masih lebih dari 3,9 hari.

"Seharusnya pakai data yang valid dari Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sebagai lembaga yang netral," ujar zaldy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/3)

Menurut Zaldy, akibat dari kesalahan data tersebut, Pemerintah Jokowi kerap salah dalam melihat dwelling time sejak awal.

"Jangan lihat hanya dari fisik (petikemas). Bisa jadi petikemasnya sudah keluar dari pelabuhan tapi dokumen impornya belum beres," kata Zaldy.

Menurut dia, dalam hal ini, pemerintah dapat menaruh perhatian dan jangan pelit untuk investasi sistem IT di pelabuhan.

Lebih lanjut, Zaldy menyarankan agar dwelling time impor ideal untuk jalur hijau dan kuning bisa mencapai 1 hari dan jalur merah 1 minggu. Akan tetapi, jangan sampai upaya mengurangi dwelling time yang dilakukan Pelindo II menjadi langkah pragmatis dan malah menambah ongkos logistik.

"Kalau dwelling time dibikin cepat tapi hanya dipindahkan ke depo swasta, ongkosnya malah lebih mahal bagi importir," demikian Zaldy.[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA