Insiden plafon ambruk ini bukan kali pertama, sebelumnya juga sempat terjadi di Bandara Supadio pada 21 Maret 2017. Kejadian serupa juga sempat terjadi beberapa kali saat proses konstruksi berlangsung di TerÂminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.
Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado YarismaÂno mengatakan, terkait dengan maraknya insiden dalam pengerÂjaan konstruksi di sejumlah banÂdara yang dikelola perseroan, pihak AP II akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk pengerjaan konstruksi.
"Evaluasi juga akan kita lakuÂkan untuk pihak kontraktor yang mengerjakan proyek. Mereka akan dimintai pertanggungjawaÂban kalau saat pengerjaan konÂstruksi terjadi insiden seperti di Bandara Supadio. Selama ini, untuk pengerjaan konstruksi di bandara memang kita serahkan ke kontraktor yang memenangi tender pengerjaan," kata Yado kepada
Rakyat Merdeka.
Ia melanjutkan, AP II ke depan juga melakukan sterilisasi dan melokalisir area yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi di bandara-bandara yang mereka kelola. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu operasional penerbangan secara keseluruhan tanpa harus menutup operaÂsional Terminal Keberangkatan dan Kedatangan atau Terminal Tunggu di bandara.
"Area yang ada pengerjaan konstruksi akan kita sterilisasi agar tidak ada korban lagi," tegas Yado.
General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro menÂjamin Terminal Tunggu Bandara Supadio Pontianak saat ini sudah aman pasca-robohnya plafon di lantai dua, Minggu lalu.
AP II telah melayangkan surat peringatan keras kepada pihak PT Nindya Karya yang merupaÂkan pelaksana pengerjaan plafon tersebut.
"Saat ini sudah aman karena Nindya Karya mengambil langÂkah cepat penanganan jatuhnya plafon, sehingga aktivitas di Terminal Bandara Supadio kemÂbali normal. Pastinya kita juga memberikan sanksi peringatan keras kepada PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana akibat insiden ini dan juga keÂpada pengawas di lapangan," kata Bayuh.
Bayuh menambahkan, walau secara material pihaknya tidak merasa dirugikan, insiden terseÂbut berpengaruh secara psikoloÂgis terhadap penumpang. Ke depan, pihak Angkasa Pura juga berkomitmen akan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya pengguna jasa BanÂdara Internasional Supadio.
"Kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa, mudah-mudahan insiden ini menjadi cambuk dan bahan pembelajaran bagi kita semua, baik PT Angkasa Pura II maupun dengan pihak PT NinÂdya Karya lebih baik lagi dalam memasang dan membangun terminal," kata Bayuh.
PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana mengklaim akan bertanggung jawab dan meÂmastikan insiden tersebut tidak akan terulang.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Indra Jaya Manopo menÂgatakan, pihaknya juga akan membongkar semua plafon berjenis
polivinil clorida (PVC) yang terpasang di ruang tunggu terminal keberangkatan Bandara Supadio untuk memastikan keamanan penumpang.
"Untuk pengamanan lebih lanjut, semua plafon yang masih terpasang akan dilepas, supaya kejadian yang sama tidak kemÂbali terulang. Sudah kita bongÂkar sejak Senin (27/3) malam pukul 22.00 WIB hingga Selasa (28/3) pagi," ujar Indra.
Pengamat transportasi Azaz Tigor mengatakan, pengerjaan proyek di bidang transportasi memiliki risiko yang besar karÂena menyangkut keselamatan penumpang pengguna transÂportasi. Oleh karena itu, harus dilakukan sesuai
Standar OperaÂsional Prosedur (SOP).
"Yang penting harus ikuti SOP mutlak. Tidak ada toleransi, karena risikonya nyawa. Selama SOP diÂlaksanakan dengan baik, tentunya pengerjaan sarana stransportasi aman dan tidak membahayakan penumpang, tapi kalau SOP dilangÂgar, risikonya sangat fatal," kaya Azas kepada
Rakyat Merdeka. Seperti diketahui, pafon BanÂdara Supadio di Pontianak, KaÂlimantan Barat, ambruk pada Minggu (26/03) pukul 16.00 WIB. Akibatnya sejumlah calon penumpang pesawat mengalami luka ringan terkena material plafon tersebut.
Ambruknya plafon atau mateÂrial langit-langit bandara terseÂbut merupakan kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada 21 Maret 2017 lalu, namun tidak menimbulkan korban. ***
BERITA TERKAIT: