Sofyan Basir mengatakan, penÂandatanganan tersebut merupakan bagian dari tahap pre-financial close sehingga kepastian memÂperoleh kredit untuk pendanaan (
financial close) proyek pembangÂkit yang lebih dikenal dengan PLTU Jawa-4 ini dapat ditentukan pada bulan Maret 2017.
"PLN menandai sebuah momen penting dalam kerja sama kedua pihak. PLN dan Bhumi Jati Power diharapkan mampu mempercepat proses financial close, dari jadwal sebelumnya pada 7 Juni 2017 menjadi 31 Maret 2017," ungkap Sofyan.
Sebelumnya, PLN dan BJP telah menandatangani perjanÂjian jual beli listrik atau
Power Purchase Agreement (PPA) pada tanggal 21 Desember 2015. PPA kemudian diamandemen pada tanggal 7 September 2016. Nilai investasi untuk proyek ini menÂcapai Rp 44 triliun (sekitar 3,3 miliar dolar Amerika).
Pembangunan pembangkit lisÂtriknya sendiri membutuhkan 50 bulan untuk Unit 1, dan 54 bulan untuk Unit 2, terhitung setelah terlaksananya financial close yang dijadwalkan pada 31 Maret 2017. PLTU Jawa-4 diharapkan dapat beroperasi penuh pada seÂmester kedua 2021 dengan energi yang dihasilkan sekitar 15,9 Tera watt Hour (TwH) per tahun.
Sofyan Basir menyatakan penghargaannya kepada PT Bhumi Jati Power bersama dengan pemegang saham yakni Sumitomo Corporation, United Tractors dan Kansai Electric Power untuk kerjasama besar yang telah dibangun dalam pengembangan Jawa-4.
"Proyek ini akan meningkatÂkan investasi Jepang di sektor kelistrikan di Indonesia khususÂnya dalam program 35.000 MW," jelas Sofyan.
Hadir menyaksikan penanÂdatanganan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meÂnyatakan, Jepang telah menjadi mitra strategis Indonesia di sekÂtor energi.
"Apa yang kita capai saat ini menunjukkan kerja sama besar di antara kedua negara. Kami berharap bahwa kerja sama besar ini akan terus berlanjut, tidak hanya di sektor energi, tetapi juga sektor lain juga, seperti keuangan, pariwisata, infrastruktur, bahkan industri kreatif," jelas Rini.
PLTU Jawa-4 adalah bagian dari
Fast Track Program 2 denÂgan skema IPP (
Independent Power Producer) atau listrik swasta. Pembangkit ini akan memberikan kontribusi 2 x 1000 MW untuk sistem interkoneksi Jawa-Bali. Terletak di KabuÂpaten Jepara, Jawa Tengah, pemÂbangkit ini akan terhubung ke saluran transmisi 500 kilo Volt (kV) Tanjung Jati -Ungaran.
Dalam hal kelestarian lingkunÂgan, PLTU Jawa-4 merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Energi primernya memanfaatkan batubara dengan menggunakan teknologi super ultra critical. ***
BERITA TERKAIT: