PLN Percepat Financial Close PLTU Jawa-4

Rabu, 29 Maret 2017, 08:56 WIB
PLN Percepat Financial Close PLTU Jawa-4
Foto/Net
rmol news logo PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero mempercepat tercapainya tahap financial close pembangunan pembangkit lis­trik Tanjung Jati B Ekspansi 2 x 1.000 Megawatt (MW) dengan ditandatanganinya dokumen Pernyataan Dan Jaminan serta Sertifikat Tanggal Pembiayaan Bersama yang oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir, ber­sama Presiden Direktur PT Bhu­mi Jati Power (BJP) Norihiko Nonaka, selaku pengembang proyek, di Tokyo, Jepang.

Sofyan Basir mengatakan, pen­andatanganan tersebut merupakan bagian dari tahap pre-financial close sehingga kepastian mem­peroleh kredit untuk pendanaan (financial close) proyek pembang­kit yang lebih dikenal dengan PLTU Jawa-4 ini dapat ditentukan pada bulan Maret 2017.

"PLN menandai sebuah momen penting dalam kerja sama kedua pihak. PLN dan Bhumi Jati Power diharapkan mampu mempercepat proses financial close, dari jadwal sebelumnya pada 7 Juni 2017 menjadi 31 Maret 2017," ungkap Sofyan.

Sebelumnya, PLN dan BJP telah menandatangani perjan­jian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) pada tanggal 21 Desember 2015. PPA kemudian diamandemen pada tanggal 7 September 2016. Nilai investasi untuk proyek ini men­capai Rp 44 triliun (sekitar 3,3 miliar dolar Amerika).

Pembangunan pembangkit lis­triknya sendiri membutuhkan 50 bulan untuk Unit 1, dan 54 bulan untuk Unit 2, terhitung setelah terlaksananya financial close yang dijadwalkan pada 31 Maret 2017. PLTU Jawa-4 diharapkan dapat beroperasi penuh pada se­mester kedua 2021 dengan energi yang dihasilkan sekitar 15,9 Tera watt Hour (TwH) per tahun.

Sofyan Basir menyatakan penghargaannya kepada PT Bhumi Jati Power bersama dengan pemegang saham yakni Sumitomo Corporation, United Tractors dan Kansai Electric Power untuk kerjasama besar yang telah dibangun dalam pengembangan Jawa-4.

"Proyek ini akan meningkat­kan investasi Jepang di sektor kelistrikan di Indonesia khusus­nya dalam program 35.000 MW," jelas Sofyan.

Hadir menyaksikan penan­datanganan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno me­nyatakan, Jepang telah menjadi mitra strategis Indonesia di sek­tor energi.

"Apa yang kita capai saat ini menunjukkan kerja sama besar di antara kedua negara. Kami berharap bahwa kerja sama besar ini akan terus berlanjut, tidak hanya di sektor energi, tetapi juga sektor lain juga, seperti keuangan, pariwisata, infrastruktur, bahkan industri kreatif," jelas Rini.

PLTU Jawa-4 adalah bagian dari Fast Track Program 2 den­gan skema IPP (Independent Power Producer) atau listrik swasta. Pembangkit ini akan memberikan kontribusi 2 x 1000 MW untuk sistem interkoneksi Jawa-Bali. Terletak di Kabu­paten Jepara, Jawa Tengah, pem­bangkit ini akan terhubung ke saluran transmisi 500 kilo Volt (kV) Tanjung Jati -Ungaran.

Dalam hal kelestarian lingkun­gan, PLTU Jawa-4 merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Energi primernya memanfaatkan batubara dengan menggunakan teknologi super ultra critical. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA