PLN Kudu Selesaikan 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak

Presiden Resmikan 8 Mobile Power Plant Di Kalbar

Senin, 20 Maret 2017, 09:29 WIB
PLN Kudu Selesaikan 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak
Foto/Net
rmol news logo Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero segera menyelesaikan proyek 34 pembangkit mangkrak dari program Fast Tracking Project (FTP) Periode 2005-2010.

Dari 34 pembangkit yang mangkrak, ada 21 pembangkit dengan total kapasitas 432,2 Megawatt (MW) yang saat ini dilanjutkan PLN. Sementara sisanya diterminasi.

"Saya titip pesan, agar pem­bangkit yang mangkrak yang bisa dilanjutkan segera diselesaikan pengerjaannya. Karena di sana ada uang yang cukup besar, jum­lahnya triliunan," kata Presiden saat peresmian Mobile Power Plant (MPP) dan di Pontianak, Kalimantan Barat, akhir pekan.

Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Ke­budayaan Puan Maharani.

Presiden mengatakan, dirinya akan mengawasi langsung pem­benahan proyek mangkrak terse­but untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan target dan tidak menyalahi hukum.

"Segera selesaikan asal sisi hu­kumnya beres, saya akan perha­tikan langsung teknisnya karena uangnya gede untuk bangun ini, saya orangnya detail, awas kalo main-main," kata Jokowi.

Dilanjutkan Presiden, ia mem­beri ruang bagi PLN untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dan mengancam jika ada pihak yang coba main-main terkait proyek ini, akan ditindak secara hukum.

Di kesempatan yang sama, Presiden meresmikan delapan Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar dengan total ka­pasitas 500 MW dan sembilan infrastruktur kelistrikan di Ka­limantan Barat.

Acara peresmian ini dipusatkan di MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, kabupaten mempawah, Pontianak.

Adapun kedelapan MPP ini yaitu MPP Jeranjang- Lombok dengan kapasitas (2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tang­gal 27 Juli 2016.

MPP Air Anyir- Bangka den­gan kapasitas (2x25 MW) berop­erasi sejak 13 september 2016.

MPP Tarahan – lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016.

MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016.

MPP Palai Pungut-Riau den­gan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016.

MPP Suge- Belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016.

MPP Paya Pasir-Medan berka­pasitas (3x25 MW) mulai berop­erasi sejak 9 desember 2016.

Dan MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Telan Biaya Rp 8 Triliun

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, keseluruhan pembangkit tersebut berhasil dis­elesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 bulan, terhitung sejak di-groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016.

"Pembangungan keseluruhan proyek menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun. Kedelapan pembang­kit listrik tersebut merupakan pro­gram 35.000 MW," ujar Sofyan.

Dia melanjutkan, peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komit­men PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA