Dari 34 pembangkit yang mangkrak, ada 21 pembangkit dengan total kapasitas 432,2 Megawatt (MW) yang saat ini dilanjutkan PLN. Sementara sisanya diterminasi.
"Saya titip pesan, agar pemÂbangkit yang mangkrak yang bisa dilanjutkan segera diselesaikan pengerjaannya. Karena di sana ada uang yang cukup besar, jumÂlahnya triliunan," kata Presiden saat peresmian
Mobile Power Plant (MPP) dan di Pontianak, Kalimantan Barat, akhir pekan.
Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan KeÂbudayaan Puan Maharani.
Presiden mengatakan, dirinya akan mengawasi langsung pemÂbenahan proyek mangkrak terseÂbut untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan target dan tidak menyalahi hukum.
"Segera selesaikan asal sisi huÂkumnya beres, saya akan perhaÂtikan langsung teknisnya karena uangnya gede untuk bangun ini, saya orangnya detail, awas kalo main-main," kata Jokowi.
Dilanjutkan Presiden, ia memÂberi ruang bagi PLN untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dan mengancam jika ada pihak yang coba main-main terkait proyek ini, akan ditindak secara hukum.
Di kesempatan yang sama, Presiden meresmikan delapan Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar dengan total kaÂpasitas 500 MW dan sembilan infrastruktur kelistrikan di KaÂlimantan Barat.
Acara peresmian ini dipusatkan di MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, kabupaten mempawah, Pontianak.
Adapun kedelapan MPP ini yaitu MPP Jeranjang- Lombok dengan kapasitas (2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tangÂgal 27 Juli 2016.
MPP Air Anyir- Bangka denÂgan kapasitas (2x25 MW) beropÂerasi sejak 13 september 2016.
MPP Tarahan – lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016.
MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016.
MPP Palai Pungut-Riau denÂgan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016.
MPP Suge- Belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016.
MPP Paya Pasir-Medan berkaÂpasitas (3x25 MW) mulai beropÂerasi sejak 9 desember 2016.
Dan MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.
Telan Biaya Rp 8 Triliun Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, keseluruhan pembangkit tersebut berhasil disÂelesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 bulan, terhitung sejak di-groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016.
"Pembangungan keseluruhan proyek menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun. Kedelapan pembangÂkit listrik tersebut merupakan proÂgram 35.000 MW," ujar Sofyan.
Dia melanjutkan, peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitÂmen PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019. ***
BERITA TERKAIT: