Alumni ITB 77 Dorong Penerapan Teknologi Nabati Untuk Wujudkan "Resilient Cities"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 10 Maret 2017, 02:12 WIB
Alumni ITB 77 Dorong Penerapan Teknologi Nabati Untuk Wujudkan "Resilient Cities"
Ilustrasi/Net
rmol news logo . Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1977 mendorong kota-kota di Indonesia bisa menjadi "resilient cities".

Dorongan ini tercetus saat melihat pertumbuhan penduduk, kota-kota di dunia yang terus menghadapi urbanisasi dan keterbatasan sumber daya alam.

Terlebih maraknya ekspoitasi sumber daya alam berkontribusi dalam perubahan cuaca secara ekstrim.

Tidak bisa dipungkiri juga perubahan cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini membuat kota-kota di dunia akan semakin sering terkena bencana alam.

Untuk itu jugalah, "resilient cities" dibutuhkan untuk mengantisipasi ketergantungan dari sumber daya alam tersebut.

Ketua Ikatan Alumni ITB angkatan 1977, Triharyo Soesilo menjelaskan ciri-ciri "resilient cities" adalah kota yang mampu menyediakan air minum yang berkualitas baik, melakukan pengolahan air limbah yang teratur, dan menerapkan pembangunan gedung-gedung ramah lingkungan.

"Oleh karenanya kita juga memperkenalkan dan mendorong penerapan tekhnologi dan kebijakan Bahan Bakar Nabati (BBN) di Indonesia. Saat ini biodiesel, yang merupakan salah satu jenis BBN, telah mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar solar," ujar Triharyo.

Menurutnya, beberapa kota di Indonesia seperti Semarang dan Jakarta sedang mengejar prestasi sebagai "resilient cities" di Indonesia. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA