Menpan era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, Bungaran Saragih menyayangkan kebijakan pemerintah mengimpor jeroan sapi. Terlebih, jika impor jeroan dilakukan untuk menstabilkan harga daging sapi. Ia menegaskan bahwa itu logika keliru karena tidak ada kaitannya daging sapi dengan jeroan.
"Jadi kalau itu dikaitkan saya tak bisa dimengerti, daging sapi dan jeroan. Beda pilihannya. Jeroan itu banyak dibikin buat
meat balls, bakso, pasarnya beda. Seperti mangga dengan pisang. Nggak ada kaitan harganya," ujar Bungaran di Simalungun, Sumut, Rabu (20/7).
Menurut dia, kebijakan Mentan tersebut patut dipertanyakan.
"Apa layak diimpor, saya gak mengerti, hanya dia lah (Mentan Amran Sulaiman yang tahu), kenapa harus itu diatur, apa itu pekerjaan paling penting?" kritik Bungaran.
Ia tak habis pikir alasan Mentan Amran melaksanakan impor jeroan, yang jelas-jelas tak ada kaitan dengan stabilitasi harga daging sapi.
"Nggak tahu saya alasannya apa itu Mentan. Kalau saya katakan junior kita itu. Tapi saya tak mengerti, tanya dia saja," cetusnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: