Teguh Prasetya dari Mastel mengemukakan, jumlah
sim card yang beredar di Indonesia saat ini mencapai 310 juta, melebihi populasi Indonesia yang berpenduduk 250 juta jiwa.
"Pertumbuhan akan terus ada. Uniknya, yang tumbuh itu adalah layanan data, bukan penggunaan
sim card untuk telepon atau SMS lagi," ujar Teguh dalam diskusi 'Ada Apa Dengan Telekomunikasi Indonesia? yang digelar oleh Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (Lisuma Indonesia) di bilangan Tebet, Jakarta, Senin (27/6).
Tiga peringkat tertinggi
provider di Indonesia, yakni Telkomsel, XL dan Indosat 45 persen lebih pelanggannya merupakan pengguna data atau layanan internet.
"Pengguna kita konsumsi datanya gila-gilaan. Rata-rata setiap orang 2GB tiap bulan," bebernya.
Saat ini lanjut Teguh, semua operator tengah membangun jaringan 4G LTE untuk menunjang pelayanan data. Sebentar lagi,
provider juga akan berlomba membangun jaringan 5G seperti yang terjadi di Korea dan Jepang, .
"Inilah yang membuat persaingan provider terus mengeras, karena perusahaan terus investasi," ucapnya.
Selain perang
provider dalam menyediakan layanan data, di Indonesia juga terjadi perang
smartphone yang setiap tahun tumbuh sangat pesat, di mana merk lokal dan merk global terus bersaing keras menggaet konsumen dalam industri perangkat atau device.
[wid]
BERITA TERKAIT: