Jadi, meski pemerintah mengimpor namun beban biaya impor tersebut dapat tertutup dengan keuntungan ekspor ikan olahan ke negara-negara lain.
"Kita dapat bahan baku karena kita impor, lalu kita ekspor kembali bahan yang bernilai tambah dari impor tadi," ujar Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, dalam diskusi "Negeri Kelautan Tapi Impor Ikan?" di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).
Dalam catatannya, pemerintah hanya mengimpor jenis ikan yang tidak ada di perairan indonesia. Di samping itu impor ikan mengalami penurunan di setiap tahun.
Arif menyarankan agar pemerintah juga melihat infrastruktur penunjang yang masih minim. Hal ini untuk menambah keuntungan produksi ikan olahan.
"Jadi ke depan tidak lagi perlu ada persoalan rantai distribusi," ujarya.
[ald]
BERITA TERKAIT: