"Nanti dilihat. Ini kan sudah dimulai, tidak mungkin turun dalam satu, dua atau tiga hari. Nanti kalau harganya sudah pada posisi yang kita inginkan, saya akan ke pasar. Sebagian daging kan belum sampai, nanti kalau sudah sampai saya baru bicara," jelas Jokowi di Istana Negara, Jakarta (Selasa, 7/6).
Dia memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menurunkan harga daging sapi di pasaran, selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah. Keterbatasan stok ditambah permintaan tinggi dan daging impor yang belum sampai menjadi penyebab harga melonjak.
Untuk itu, menurut Jokowi, pemerintah akan segera melakukan penambahan kuota stok daging sapi di pasar agar segera ada dampak penurunan harga.
"Ya perbanyak suplai, ini kan suplai dan demand. Kalau demand-nya naik sementara suplai tidak dinaikkan harga pasti akan merangkak naik. Tapi kalau dipasok dengan jumlah yang lebih dari cukup harga pasti turun. Tapi nanti dilihat," bebernya.
Jokowi sebelumnya memberikan instruksi kepada jajaran menteri terkait agar berupaya menurunkan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80 ribu per kilogram sebelum Lebaran tiba. Jokowi menganggap tidak biasa tingginya harga daging sapi di pasar domestik yang mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. Setiap menjelang Lebaran, inflasi pada komoditas itu malah bisa menaikkan harganya hingga Rp 15 ribu per kilogram.
[wah]
BERITA TERKAIT: