"Untuk 2016 saya kira akan menjadi kebangkitan dunia pariwisata di Sulut. Saya hitung-hitung jumlah penumpang minimal akan naik dua digit," jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara Happy Korah dalam siaran persnya (Kamis, 28/4).
Karena memang potensi wisata alam di Sulawesi Utara tidak kalah dari daerah lain di Indonesia. Destinasi wisata di daerah ini misalnya Pulau Bunaken, Bukit Kasih Kanonang, Pulau Siladen, Bukit Doa Tomohon, Danau Linow, Pulau Lihaga, Waruga, Pantai Lakban, Gunung Api Mahangetang hingga Taman Nasional Tangkoko.
Menpar Arief Yahya juga berharap 3A di Manado segera berbenah, yakni Atraksi, Akses dan Amenitasnya. Penambahan panjang runway itu adalah bentuk penyempurnaan akses, sehingga pesawat berbadan lebar seperti Airbus A-380 bisa landing di Sam Ratulangi. "Manado itu sudah cukup populer di Tiongkok. Penerbangan menuju Manado juga lebih dekat diakses dari China Daratan. Karena itu, kalau 3A nya sudah kuat, kita akan promosikan besar-besaran," jelas Arief Yahya.
Bagi wisatawan bahari, kata dia, Manado sebenarnya juga sudah punya pamor. Mereka punya Bunaken dan Selat Lembeh di Bitung, sekitar 1 jam dari ibu kota Sulut itu. "Wisata Bahari bisa berkembang di Manado," katanya. Hampir setiap tahun, terutama saat Imlek, banyak charter flight ke Manado. Jadi sudah cukup dikenal di sana.
Sebelumnay Airport Operations and Readiness Department Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sugito, menjelaskan runway Bandara akan ditambah 150 meter menjadi 2.800 meter dari sebelumnya 2.650 meter. Area terminal akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata pun ditambah menjadi lima. Semua ini dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.
"Tahun ini runway Sam Ratulangi akan dibuat 2.800 meter. Runway yang panjang akan membuat Air Bus type A 350 yang berkapasitas sekitar 400 penumpang bisa mendarat di Sam Ratulangi. Ini pasti akan berdampak pada peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional,†bebernya.
Dan untuk memberikan kenyamanan, di 2016 ini, Bandara Sam Ratulangi juga akan diperluas. Akan ada perluasan ke arah cargo. Interior pun akan dipercantik. Rancangannya disesuaikan dengan nuansa khas Sulawesi Utara. "Rencana perluasan bandara masih ada di master plan. Masih dikaji. Tapi prinsipnya memberi kenyamanan pada wisatawan. Kita akan bangun di lantai satu dan dua, serta pemanfaatan lantai tiga untuk lounge," sambungnya.
Bila ini terealisasi, Sugito yakin, Sulawesi Utara akan semakin popular di mata wisman. Hal yang sangat wajar mengingat Sulwesi Utara punya Akses, Atraksi, Amenitas, yang bagus. Tiga hal yang kerap disuarakan Menpar Arief Yahya, yang menjadi syarat sebuah kawasan pariwisata itu hidup dan berkembang.
[zul]
BERITA TERKAIT: