AP II Pastikan Layanan Taksi Bandara Soetta Tetap Normal

Mogok Sopir Angkutan Umum

Selasa, 15 Maret 2016, 09:10 WIB
AP II Pastikan Layanan Taksi Bandara Soetta Tetap Normal
foto:net
rmol news logo Sebagian besar armada taksi yang biasanya beredar di Bandara, kemarin, berhenti beroperasi karena mereka melakukan demonstrasi menuntut penertiban perusahaan penyedia jasa taksi online. Imbasnya, kemacetan panjang terjadi di ruas Tol Cengkareng menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Kendati para supir taksi ban­dara ini menggelar aksi unjuk rasa, perusahaan pelat merah pengelola bandara Soetta PTAngkasa Pura (AP) II, me­mastikan pelayanan terhadap penumpang tetap berjalan seba­gaimana mestinya. Begitupun dengan jadwal penerbangan.

Public Relation Manager PTAngkasa Pura (AP) IIPersero Yado Yarismano mengakui, mo­bilisasi kendaraan dari dan menu­ju Bandara Soetta kemarin pagi sempat mengalami gangguan akibat kemacetan yang terjadi di Tol Cengkareng kilometer 30.

"Namun, gangguan tersebut tidak berdampak pada penundaan penerbangan maupun kepadatan penumpang di terminal kedatan­gan," kata Yado, kemarin.

Yado juga memastikan, meski sebagian taksi yang biasanya beredar di Bandara Soetta ikut mogok, namun penumpukan penumpang di terminal keda­tangan tidak terjadi. Hal ini dikarenakan masih adanya ar­mada taksi yang beroperasi dan mengangkut penumpang.

Menurutnya, sebagian besar taksi yang melakukan demo, bukan taksi resmi bandara yang memiliki stiker khusus Bandara Soetta. Sehingga ketersediaan taksi di bandara tidak banyak berpengaruh.

"Memang ada sedikit pengu­rangan, tapi tidak signifikan dan tidak mengganggu pelayanan transportasi bagi pengguna bandara. Pantauan kita siang ini (kemarin) kondisi transportasi dari dan menuju Bandara Soetta sudah normal," jelasnya.

Sebelumnya, PT AP II telah melakukan uji coba penerapan skema first in first out (FIFO) di dalam pengelolaan taksi di Ban­dara Soetta. Langkah ini dilaku­kan untuk pembenahan angkutan taksi di Bandara dan pencegahan masuknya taksi ilegal maupun taksi pelat hitam yang meng­gunakan aplikasi online.

Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi mengatakan, penerapan sistem FIFO akan lebih adil bagi semua perusahaan taksi sebagai upaya pemerataan. Sebab, taksi yang lebih dulu datang bisa mengangkut pen­umpang lebih awal.

"Kita tidak menghilangkan opsi memilih bagi konsumen. Kalau dia tidak suka naik taksi tertentu, dia bisa mengantre lagi dari belakang," terang Budi.

Sebelum menerapkan skema FIFO, AP II juga melakukan pe­nataan layanan taksi di Bandara Soetta. Misalnya, syarat umur kendaraan maksimal untuk dapat beroperasi di Soetta dan standar kualitas pelayanan sopir. "Taksi yang beroperasi di bandara pal­ing lama umurnya dua tahun terakhir saja," kata Budi.

Data AP mengungkapkan, saat ini ada 8 perusahaan taksi dengan total armada sebanyak 4 ribu-5 ribu unit di Bandara Soetta. Se­mentara untuk jumlah taksi yang dikelola Inkopau ada 600 unit.

"Kami sudah melakukan koor­dinasi dengan Kementerian Per­hubungan (Kemenhub) sebagai langkah awal. Bagi taksi yang tidak mengikuti prosedur, bahkan merugikan penumpang, kita akan eliminasi nanti," tegas Budi.

Seperti diketahui, demon­strasi yang dilakukan pengemudi angkutan umum termasuk taksi yang beroperasi di Bandara So­etta kemarin, terkait penolakan keberadaan Uber dan Grab taksi. Dua jenis taksi tersebut, merupakan angkutan berbasis online yang belakangan semakin dipilih masyarakat sebagai moda transportasi karena lebih murah, nyaman dan mudah. ***


FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA