Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Menko Maritim dan Sumberdaya yang juga mantan Deputi Perencanaan SKK Migas, Haposan Napitupulu.
"100 persen kita mampu membangun di darat. Dari segi perhitungan, kita sudah punya referensi," kata Haposan di Kantor Kemenko Maritim dan Sumberdaya, Jakarta, Jumat (11/3).
Pembangunan kilang di darat, selain lebih efesien, pertimbangan lainnya dapat memberikan manfaat untuk daerah dan wilayah sekitar. Pembangunan LNG di Blok Masela jika dibangun di darat lebih murah, dan dapat membangun industri lainnya di sekitar kilang.
"Kalau di laut, tidak akan ada industri Petrokimia. Di laut cuma produksi lalu dijual langsung, tidak berdampak ke sekitar," ujarnya lagi.
Ia membeberkan, sebenarnya Pertamina mampu membangun kilang LNG onshore, seperti kebijakan pada zaman Orde Baru dulu. Ia mencontohkan, Petronas di Malaysia yang menguasai secara penuh pembangunan dan regulasi kilang gas di sana.
"Namun saya tidak tahu bisa atau tidak mereka bangun, undang-undang sekarang mengaturnya atau tidak. Kalau undang-undang dulu Pertamina yang bangun, seperti di Bontang dan Arun," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: