"Kebanyakan LSM berkelit kegiatan mereka dibiayai individu sebagai donatur publik. Hanya saja, tidak jelas siapa saja individu yang menjadi donatur serta komitmen mereka terhadap donatur tersebut," kata pengamat lingkungan dan kehutanan Ricky Avenzora.
Pertanyaan mendasar itu, kata Ricky, mencuat karena kenyataan semakin mengguritanya kelompok serta organisasi sayap dan gerakan LSM. Selain itu, ada fenomena hipokrit dalam keseharian kegiatan LSM.
Pada satu sisi, LSM kerap menjual isu penderitaan rakyat kecil. Di sisi lain kebanyakan mereka hidup mewah, berkantor mewah, mampu mengadakan berbagai kegiatan di hotel-hotel berbintang, serta bergaji lebih tinggi dari seorang profesor.
"Mereka juga dengan mudah mampu berbondong-bondong menghadiri acara prestisius seperti COP-21 di Paris, Perancis beberapa waktu lalu," bebernya.
Menurut Ricky, kebanyakan LSM lingkungan sangat tendensius untuk menyudutkan semua pihak dan bahkan mencatut nama rakyat. "Mereka cenderung untuk memperkeruh konflik dan menarik keuntungan dari konflik yang terjadi."
Ricky menuturkan, dalam penelusuran pada 7 dan 20 Januari 2016 di
http://www.climateandlandusealliance.org [1] menunjukkan lebih dari 44 juta dolar AS hibah dana lingkungan dikucurkan kepada berbagai LSM lingkungan dan institusi lain di Indonesia. Dana itu berasal lembaga Climate and Land Use Alliance (CLUA) yang berpusat di San Francisco, California, AS.
LSM dan institusi penerima dana lingkungan tersebut di antaranya HuMa (575 ribu dolar AS), Jerat (114 ribu dolar AS), FPP (3.573,477 dolar AS), AMAN (699,826 dolar AS), JKPP (800 ribu dolar AS), KKI WARSI (595,289 dolar AS), Kemitraan
(1.230,400 dolar AS), Mongabay Org Corp (735 ribu dolar AS), RAN (2.096,000 dolar AS), Samdhana Inc. (3.922,429 dolar AS), WetlandS Int. (249,962 dolar AS), WWF (200,445 dolar AS), dan WALHI (536,662 dolar AS).
Sektor swasta yakni InterMatrix Communication (1.311,125 dolar AS), Mckinsey & Co Singapore (1,5 juta dolar AS), dan Maclennan Adams Ltd (78,200 dolar AS).
Lembaga lain yakni SEKALA (1.316,939 dolar AS), CIFOR (415 ribu dolar AS), FFI (449,218 dolar AS), dan ICRAF (497,196 dolar AS) serta Stichting Oxfam Novib (700 ribu dolar AS)
.[wid]
BERITA TERKAIT: