Begitu kata Staf Khusus Kementerian Keuangan, Arif Budimanta dalam diskusi bertajuk "Mewujudkan Ekonomi Pro Rakyat" yang diselenggarakan MPR RI dan
Kantor Berita Politik RMOL di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 2/7).
"Defisit fiskal Yunani mencapai 60 persen, sedang Indonesia kurang dari 1,9 persen. Dari sisi pertumbuhan ekonomi kita positif sedang Yunani negatif," ujarnya.
Atas dasar itu, Arif meminta masyarakat Indonesia untuk tidak ketakutan dengan kondisi seperti yang dialami yunani. Sebab, kebijakan Presiden Jokowi saat ini sudah pro rakyat. Itu bisa dilihat dari politik anggaran yang berpihak pada pembangunan desa yang naik dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 21 triliun.
"Kebijakan ini akan dinikmati masyarakat desa. Jaminan kesehatan masyarakat pun juga ditambah," paparnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: