Vice President Corporate Communications Pertamina Wianda Pusponegoro menerangkan, perseroan telah memoÂhon uji spesifikasi Pertalite ke Ditjen Migas pekan lalu. NaÂmun hingga saat ini hasil uji tersebut, belum keluar.
"Kami berharap, hasil tes oleh Ditjen Migas dapat keluar pekan ini untuk menyiapkan persiapan yang lain." harap Wianda, kemarin.
Menurut dia, setelah Ditjen Migas memberikan keputusan, Pertamina akan melakukan uji respons pasar.Setelah itu, Pertamina akan menentukan stasiun pengisian bahan baÂkar umum yang akan menÂjadi lokasi peluncuran Pertalite. "Kita masih me-review secara mendalam di mana saja lokasi SPBU-nya," ujarnya.
Wianda memastikan, SPBU yang dijadikan lokasi pelunÂcuran Pertalite tidak akan mengurangi stok bahan bakar lain, seperti Premium.
"Lokasi uji pasar nggak perlu banyak, karena untuk mengecek respons pasar."
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, bensin jenis baru Pertalite dengan angka oktan 90 bisa menjadi alternatif bahan bakar kendaraan.
Apalagi, kata dia, bensin Pertalite dianggap lebih baik dibandingkan Premium. Ke depan, ia berharap secara perlahan, semua kendaraan bermotor rakitan 2006 bisa memakai bensin berangka oktan tinggi.
Menurut Pengamat otomoÂtif Dewa Yuniardi, Pertalite merupakan tahapan transisi sebelum nantinya Premium akan digantikan bensin dengan angka oktan yang lebih tinggi. "Industri otomotif tentunya siap mengikuti kebijakan pemerinÂtah," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi meminta Pertamina mengÂhormati kesepakatan yang dibuat bersama dengan DPR dalam rapat untuk menunda pengadaan dan penjualan PerÂtalite, sebelum infrastruktur memadai .
"DPR bukannya melarang adanya peluncuran BBM Ron 90 ini. Persiapannya harus beÂnar-benar komprehensif dulu, baik hasil uji lingkungannya, harga yang dijual, sosialisasi di masyarakat dan kadar okÂtannya. Jangan sampai rakyat dirugikan," kata Mulyadi.
Untuk diketahui, Pertamina akan meluncurkan Pertalite 90 pada Mei ini. Nantinya, di SPBU terdapat Premium dengan angka oktan 88, Pertalite 90, Pertamax 92, dan Pertamax Plus 95.
Pertamina mengaku, suÂdah menyosialisasikan keÂpada industri otomotif seperti Gaikindo dan Asosiasi IndusÂtri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Pekan ini, Pertamina akan meyakinkan Komisi VII DPR jika Pertalite hanyalah baÂhan bakar alternatif, sehingga tidak menghapuskan produk Premium. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google