Kondisi Politik Belum Kondusif, Wika Revisi Target Kontrak 2014 Menjadi Rp 20,5 Triliun

Senin, 08 Desember 2014, 09:32 WIB
Kondisi Politik Belum Kondusif, Wika Revisi Target Kontrak 2014 Menjadi Rp 20,5 Triliun
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
rmol news logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA merevisi target kon­trak tahun ini dari Rp 25,83 triliun menjadi Rp 20,5 triliun atau turun sekitar 79,4 persen. Revisi target kontrak tahun ini sulit tercapai sebagai imbas dari kondisi politik dalam negeri yang belum kon­dusif.

Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro mengakui, target kon­trak tahun ini suli tercapai di penghujung akhir tahun. Hal itu lantaran pemerintah pemerintah sibuk mengurusi urusan politik ketimbang pembangunan.

Ia mengatakan, pihak swasta pun cenderung menahan berbagai proyek dengan pertimbangan situasi politik yang belum menen­tu. Kondisi politik dalam negeri yang belum stabil hingga ber­kepanjangan ini, diluar dugaan kami,” katanya.

Hingga minggu ketiga No­vember 2014, Adji mengaku, kontrak baru WIKA sebesar Rp 13,5 triliun atau memenuhi 65,8 persen dari target akhir tahun Rp 20,5 triliun. Meski jauh dari target, Adji optimistis WIKA masih bisa mengejar sisa kontrak Rp 7 triliun hingga akhir tahun.

Di sisi lain, WIKA juga me­nunda sejumlah proyeknya. Hal ini membuat anggaran belan­ja modal alias capex perseroan ta­hun ini sebesar Rp 1,9 triliun ti­dak akan terserap semua. Hingga akhir tahun, Adji mem­perkirakan, capex WIKA yang terserap se­kitar Rp 1,6 triliun.

Tahun ini, WIKA menunda beberapa proyeknya, seperti pro­yek pembangkit listrik mini hy­dro di Sumatera, proyek pengo­lahan air di Jatiluhur, hingga proyek pembangkit listrik tenaga surya.

Dengan kontrak yang mundur, target penjualan perseroan tahun ini pun dipangkas menjadi Rp 13 triliun atau memenuhi 93 persen dari target awal Rp 14 triliun.

Sedangkan target labanya di­perkirakan Rp 600 miliar atau 88,5 persen dari target awal Rp 678 miliar. Pada kuartal tiga, per­se­roan masih mencatatkan per­tum­buhan laba yang dapat dia­tribusi­kan ke pemilik entitas induk Rp 400,71 miliar,” tutur Adji.

Disebutkan, laba ini naik 2,66 persen dari tahun 2013 (year on year/yoy) atau 59,05 persen dari target 2014 Rp 678,65 miliar. Hingga akhir September 2014, WIKA membukukan penjualan (tidak termasuk penjualan KSO) sebesar Rp8,61 triliun, naik 8,85 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp7,91 triliun. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA