Direktur Utama Pindad Sudirman Said mengatakan, untuk tahap awal kedua belah pihak akan melakukan perencanaan detil. Kerja sama ini ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) kedua belah pihak.
“MoU ini sebagai dasar bagi kami berdua untuk melakukan detail plan (perencanaan detil) terkait pengembangan industri amunisi,†kata Sudirman seusai penandatanganan MoU di Jakarta, kemarin.
Penandantanganan MoU dilakukan oleh Sudirman Said dan Chief Executive Offixer (CEO) RDM Nobert Shulze.
Menurut Sudirman, kerja sama ini akan menjadi babak baru perkembangan industri amunisi tanah air yang sudah dikembangkan Pindad selama ini.
Kerja sama ini juga berpeluang terus dikembangkan untuk memproduksi berbagai jenis amunisi.
Namun, untuk langkah awal, jenis amunisi yang akan dikembangkan adalah khusus yang berukuran besar.
“Rekan kami memiliki pengalaman yang sangat panjang di bidang amunisi. Jadi mungkin banyak hal yang bisa dikerjakan. Tetapi pertama kami akan kembangkan untuk amunisi ukuran besar,†ucapnya.
CEO RDM Nobert Shulze menambahkan, pihaknya menggandeng Pindad karena telah melihat rekam jejak perusahaan itu yang dianggap sejalan dengan lini bisnis RDM.
“Selain itu, Indonesia juga kami anggap sebagai kawasan yang paling strategis untuk menjangkau pasar Asia Tenggara,†cetusnya. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google