Okke Rajasa: CTI Berkomitmen Dukung Kemajuan UKM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 23 Mei 2014, 20:55 WIB
rmol news logo Pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat menggembirakan. Bahkan, UKM ini mampu menyerap tenaga kerja.

Demikian dikemukakan pendiri Cita Tenun Indonesia (CTI) Okke Hatta Rajasa.

Menurutnya, pertumbuhan UKM di Indonesia yang telah mampu memenuhi konsumsi dalam negeri secara mandiri. Ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan UKM Indonesia dalam memasuki pasar modal. Di samping itu, UKM yang bergerak dalam bidang usaha tekstil termasuk tenun, merupakan bentuk usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.

"Saya juga ingin mewujudkan UKM Indonesia yang solid dan mampu memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya," ujar istri Hatta Rajasa ini.

Menurut Okke, peran UKM dalam perekonomian Indonesia sangat besar. Salah satu adalah kontribusinya sebagai lokomotif perekonomian Indonesia. Karena itu, CTI berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan dan kemajuan UKM, terutama tenun yang outputnya adalah turut meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama kelompok-kelompok perajin tenun.

Okke yakin UKM Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Untuk itulah, CTI senantiasa mendukung pertumbuhan UKM melalui berbagai tiga program utama, yaitu program pelestarian, program pelatihan, dan program pemasaran. Program-program yang berkelanjutan seperti ini secara langsung membantu perekonomian mandiri dari para entrepreneur tersebut.

"Saya dan CTI percaya bahwa kekuatan perekonomian suatu bangsa akan terbangun naik dengan baik jika dilakukan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak asing," jelas Okke.

Okke memastikan CTI akan terus berperan aktif mengembangkan UKM Indonesia. Sepanjang 2014 ini, CTI akan terus mempromosikan hasil karya perajin melalui kolaborasi dengan desainer mode, desainer tekstil, desainer interior, instruktur pewarnaan alam dan sintetis, instruktur struktur tenun, antropolog, motivator, evaluator, dan lain-lain.

"Kami memiliki 12 daerah binaan dan akan terus berkembang dimana masing-masing daerah akan menjalani program selama periode tertentu," imbuhnya.

Saat ini katanya, perajin tenun binaan CTI menghasilkan karya yang luar biasa. Contohnya, high fashion maupun produk interior. Untuk itu CTI terus mendukung perajin tenun melalui pelatihan-pelatihan sehingga dapat memproduksi produk-produk yang menggunakan kain tenun sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya untuk dalam negeri tetapi juga internasional.
Untuk memasarkan produk binaan yang telah jadi, tiap tahunnya CTI sering mengikuti pameran-pameran baik dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu juga, untuk mengkomunikasikan Tenun Indonesia dan hasil pencapaiannya ke berbagai negara yang berpotensi sebagai pasar, CTI menggelar presentasi koleksi mode dengan memfasilitasi kolaborasi antara perajin dengan desainer mode dan desainer tekstil.

Hasil kolaborasi kemudian ditampilkan dalam berbagai presentasi mode, salah satunya yang sudah pernah dilakukan adalah di London pada acara yang dituan rumahi oleh Prince Andrew, Washington DC, Belanda India, Jepang, Cina, Paris untuk acara Pret-a-porter, dan New York.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA