“Dengan kesiapan produksi semen tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus berlanjut serta rencana infrastruktur ke depan akan semakin membaik,†ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetipto di Jakarta, kemarin.
Dwi mengakui kesuksesan Semen Indonesia sampai saat ini karena adanya peran Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meyakinkan perseroan dalam setiap mengambil langkah pemasaran.
Mengenai
ASEAN Economic, Dwi tetap optimistis pihaknya dapat berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan Asia. Dia melihat untuk saat ini proyek-proyek besar masih terhambat oleh infrastruktur, seperti sulitnya pembebasan lahan.
“Kalau kita lihat, untuk tahun-tahun yang lalu, pertubuhan ekonomi Indonesia bergerak 6,2 persen. Tahun ini saya perkirakan 12 persen, tahun depan 16 persen, normalnya 7-8 persen,†jelasnya.
Selain itu, perseroan juga merencanakan membagi dividen 2012 sekitar 50 persen dari laba bersih 2012. Pertimbangan rasio dividen sekitar 50 persen ini memperhatikan
shareholding interest. “
Shareholding cukup besar diperhatikan, tetapi kebutuhan untuk perusahaan berkembang juga perlu diperhatikan,†ucap Dwi.
Menurut dia, dalam beberapa tahun ini pihaknya tetap menjaga pembagian dividen sekitar 50 persen. Adapun sisa laba bersih 2012 akan digunakan untuk laba ditahan yang digunakan untuk pengembangan tahun 2013.
Pihaknya juga akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 4 triliun pada 2013.
Dana belanja modal itu digunakan untuk pembangunan dua pabrik di Rembang dan Padang, Sumatra Utara dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton, empat
packing plant dan pengembangan ready mix. Rencananya perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 30 April 2013.
Perseroan mencatatkan laba bersih Rp 4,93 triliun atau naik 24,56 persen pada 2012 dari tahun 2011 sebesar Rp 3,96 triliun. Pendapatan perseroan mencapai Rp 19,6 triliun atau naik 17,52 persen pada 2012 dari tahun 2011 sekitar Rp 16,38 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google