Bos Adhi Karya Tunggu Perpres Proyek Monorail

Rabu, 20 Maret 2013, 08:31 WIB
Bos Adhi Karya Tunggu Perpres Proyek Monorail
Adhi Karya
rmol news logo .PT Jakarta Monorail dinilai kalah gesit dengan PT Adhi Karya dalam membangun proyek monorail. Gubernur DKI Jakarta Jokowi diharapkan memberikan kepastian pelaksanaan pembangunan monorail di dalam ibukota yang sampai kini masih terbengkalai.

PT Adhi Karya akan segera me­laksanakan pembangunan mono­rail tahap II. Pelaksanaan pem­bangunan hanya tinggal me­nunggu izin.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, PT Adhi Karya me­miliki keinginan yang kuat ingin bisa segera membangun mo­­no­rail. Menurutnya, konsor­sium kini sedang menanti izin Pe­ratu­ran Presiden (Perpres) untuk me­la­kukan  pembangunan.

“Dirutnya Adhi Karya mau ber­­juang selama satu bulan da­pat­kan Perpres, tinggal satu minggu lagi. Kita lihat saja dulu per­jua­ngan­nya,” kata Dahlan seusai Ra­pim di Gedung PLN Pu­sat, Ja­karta, kemarin.

Jika Perpres tersebut tidak kun­­­jung didapat, lanjutnya, pi­haknya akan mencoba mencari jalan lain agar proyek tersebut dapat berja­lan. Karena pemba­ngunan butuh dilakukan secepat­nya agar ke­macetan di ibukota bisa terurai.

Diungkapkannya, dalam waktu konsorsium akan segera menam­pilkan prototype monorel karya PT INKA (Persero) di depan Ke­menterian BUMN. Langkah ini  untuk memperkenalkan monorel kepada masyarakat.

 Adhi Karya bersama sejumlah BUMN lain menawarkan peng­embangan monorail rute baru tahap II. Rute tersebut meliputi daerah Tangerang, Bekasi, dan Cibubur.

Pembangunan lintas daerah ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 8,4 triliun.

Selain rute itu, PT Adhi Karya juga menyatakan kesiapannya mengambil alih pembangunan monorail di Jakarta yang digarap PT Jakarta Monorail yang sam­pai kini masih terbengkalai. 

Corpo­rate Secretary Adhi Karya Amrozi Hamidi mengaku, pihaknya akan terus memantau per­kembangan pembayaran tiang pancang monorail.

“Nanti kalau satu bulan terle­wati dan enggak ada tanggapan dari PT Jakarta Monorail berarti tiang itu masih punya ADHI, jadi kita enggak perlu ambil alih tinggal melanjutkan. Kan sudah ada tiangnya,” Kata Amrozi.

PT Adhi Karya sempat ber­kongsi dengan PT Jakarta Mo­no­rail membangun monorail di da­lam ibukota dengan rute an­tara lain kawasan Kuningan-Grogol. Namun BUMN bidang in­fra­struk­tur ini akhirnya meng­­un­durkan diri dan me­minta per­gan­tian biaya pem­ba­ngunan tiang pan­cang yang te­lah dila­kukan­nya. 

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indo­ne­­sia (MTI) Darmaningtyas meng­apre­siasi semangat PT Adhi Karya membangun Mono­rail. “Saya tidak ragu karena me­mang perusahaan itu sudah ber­penga­laman membangun infa­struktur. Saya harapkan pem­bangunan bisa tepat waktu” kata Dar­ma­ningtyas.

Dia mempertanyakan kelan­jutan pembangunan monorail ta­hap pertama. Dia melihat, pem­bangunan tidak ada perkem­ba­ngan yang signifikan.

Untuk itu, pihaknya meminta Jokowi bersi­kap tegas. Gubernur harus bisa pastikan kapan pem­bangunan di­mulai. Bila PT Ja­karta Monorail tidak siap, menu­rut dia, sebaik­nya dialihkan ke pihak lain yang lebih siap.

Darmaningtyas ragu PT Ja­karta Monorail bisa melaksana­kan pembangunan tepat waktu. Buktinya, hingga kini masa­lah pembayaran tiang pancang ke­pada Adhi Karya berlarut-larut.

Sementara, Juru Bicara PT Jakarta Monorail Bovananto saat ingin dikonfirmasi mengenai pe­nilaian tersebut  telpon selular­nya tidak diangkat dan SMS tidak dibalas.

Bovananto sebelumnya mem­bantah proses pembangunan mo­norail tidak ada perkembangan stagnan. Menurutnya, progres pem­bangunan cukup positif.  Na­mun tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik. Ada per­kembangan yang harus dijaga privasinya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA