Mendag Sidak Ke Pasar, Harga Bawang Putih Turun Rp 15 Ribu

HKTI Tuntut Pemerintah Tingkatkan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 20 Maret 2013, 07:58 WIB
Mendag Sidak Ke Pasar, Harga Bawang Putih Turun Rp 15 Ribu
ilustrasi, Bawang Putih
rmol news logo Krisis bawang putih diharap­kan ke depan tidak terjadi lagi. Pasalnya kelangkaan dan mahal­nya komoditas tersebut dinilai te­lah mencoreng harga diri bangsa.

Ketua Umum Himpunan Keru­kunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta mengatakan, se­mua negara di dunia mengetahui Indonesia negara agraris. Seba­gian besar komoditas pangan mudah di Tanah Air.

“Sering melonjaknya harga pangan di negeri ini, belakangan krisis bawang putih tentu me­ma­lukan bangsa ini. Masa negara agraris alami krisis pangan,” kata Oesman kepada Rakyat Merdeka di sela-sela Rapimnas HKTI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Oso-panggilan akrabnya meli­hat, salah satu pemicu krisis ba­wang akibat praktik kecura­ngan yang dilakukan sekelompok orang. Pasalnya, mahalnya harga bawang tidak berdampak terha­dap kesejahteraan petani. Harga jual bawang mereka tidak alami perubahan. Pemerintah gagal me­laksanakan tugasnya melakukan pengawasan. Dia menuntut, pe­merintah segera membenahinya.

Selain itu, Oso menuntut pe­me­rintah berupaya lebih keras menggurangi ketergantungan impor. Petani di dalam negeri ha­rus diberdayakan. Berikan petani modal dan bimbingan agar perta­nian bangsa ini bisa maju. Bila perlu, pemerintah memberi­kan la­han. Karena, menurutnya ke­ter­batasan lahan saat ini sudah men­jadi persoalan krusial yang me­nyebabkan produksi dalam negeri tidak berkembang sig­nifican.

Harga ba­wang selama dua pe­kan lalu naik berkali-kali lipat. Harga bawang putih menebus Rp 80 ribu per kilogram (kg). Harga bawang merah Rp 60 ribu per kg.

Padahal harga normal kedua jenis bawang itu Rp 10 ribu sampai 15 ribu per kg.
Untuk menstabilkan harga, pemerintah menambah pasokan bawang ke pasar. 

Menteri  Perda­gangan (Mendag) Gita Wirjawan kemarin melakukan sidak ke ke Pasar Wonokromo di Jawa Ti­mur, mengecek harga. Di pasar itu harga bawang sudah alami penu­runan. Parti, pedagang sa­yur, mengungkapkan, harga ba­wang Rp 35 per kg. Harga tersebut  turun 15 ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu per kg.

Gita sidak didampingi Guber­nur Jawa Timur Soekarwo. Gita yakin penurunan harga bawang dampak dari keluarnya beberapa kontainer bawang dari Terminal Petikemas Surabaya (TPS).  Dia mengatakan, masih ada ratusan kontainer berisi bawang putih lagi yang akan dikeluarkan. Saat ini masih menunggu importir melengkapi dokumen Reko­men­dasi Impor Produk Hortkultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI).  [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA