Menteri Cicip Balas Pujian Petambak Udang Karawang

Rabu, 13 Maret 2013, 09:00 WIB
Menteri Cicip Balas Pujian Petambak Udang Karawang
ilustrasi, tambak Udang
rmol news logo Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sharif C. Sutardjo benar-benar ingin membuat acara peresmian acara panen udang di desa Singaraja, Indramayu berlangsung semarak. Dalam acara yang digelar di tengah tambah udang tersebut, berbagai acara digelar.

Warna kuning menghiasi berbagai fasilitas peresmian tersebut. Mulai dari panen udang hingga acara telekonferensi dengan lima daerah yang selama ini dikenal sebagai ladang udang. Antara lain, Subang, Karawang, Tangerang dan Banten.

Petinggi Partai Golkar tersebut tiba di Indramayu naik helikopter yang mendarat di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Indramayu. Dia disambut Wakil Bupati Indramayu Supendi. Setelah itu, bersama beberapa petinggi TNI dari Kesatuan Staf Angkatan Darat (Kasad), Pemda, rombongan menteri tiba di lokasi.

Mengenakan batik dan kaos tangan kuning, Cicip dan Dirjen Perikanan dan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subiyanto terlihat sumringah saat memanen udang.

Menurut anggota Kadin ini, untuk target 2014, KKP akan mengoptimalkan luas areal tambak lebih dari 20 ribu hektar di Pantura Jawa Barat dan Banten. Sedangkan target produksi untuk dua wilayah tersebut diharapkan bisa mencapai lebih dari 200 ribu ton.

“Produksi udang nasional menunjukkan angka yang terus meningkat. Di tahun 2011, produksi udang nasional mencapai 400.385 ton dan tahun 2012 naik menjadi sekitar 457.600 ton,” jelas Cicip.

Menurut Cicip, revitalisasi tambak udang Pantura Jawa diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 60 ribu orang. Dengan estimasi, penyerapan tenaga kerja  akan semakin meningkat, jika setiap hektar tambak udang dapat menyerap lebih dari tiga tenaga kerja. Termasuk para pengolah. Tenaga kerja yang terserap dari program ini dapat lebih dari 400 ribu orang, atau setara dengan penyerapan tenaga kerja untuk setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi.

Jangan Kawin Lagi


Yang menarik ketika melakukan proses telekonferensi, Cicip meminta petambak agar berhati-hati menggunakan hasil panen udang. Seorang petambak dari Karawang sempat memuji uluran bantuan dari KKP.

“Berkat bantuan dari Pak Menteri, kami kini bisa melakukan panen udang. Udang yang kami panen ukurannya mencapai 70-an centimeter (cm). Karena itu, ke depan kami juga masih berharap ada bantuan dari Pak Menteri,” ujar Budi, salah satu petambak.

Mendengar hal ini, para tamu undangan tertawa. Cicip pun langsung menukas,”Kalau dikasih bantuan terus ya tidak mandiri. Nanti kayak orang sakit. Mestinya Anda beli vitamin sendiri dong.”

“Siap Pak,” jawab petambak dari Karawang tersebut.

Menurut Cicip petambak harus telaten dan mengikuti CBDIK atau cara budidaya ikan serta terus menjalin kerja sama dengan mitra kerja. “Yang patut diingat, kalau untung jangan langsung habis dibelanjakan dan jangan dibuat kawin lagi,” saran Cicip yang disambut tertawa para hadirin.

Sementara Slamet Subiyanto menyatakan, Indonesia berpeluang memperluas usaha pertambakan udang dengan terus mengoptimalkan kawasan pertambakan di Pantura Jawa.
 
Sayangnya, baik Cicip maupu Slamet enggan membeberkan soal dana revitalisasi tambak udang yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Padahal, besaran alokasi dana ini sangat penting, apakah proyek revitalisasi udang tersebut feasible (layak) atau tidak. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA